Mengkomersilkan Jaringan Internet Untuk Berdakwah
Oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin Pertanyaan…
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya:
“Jaringan internet merupakan salah satu sarana. Apa boleh dikomersialkan untuk berdakwah?
Kenapa kami lihat adanya keterbatasan dari para penuntut ilmu untuk memasuki dunia maya ini?
Kami mohon pencerahan, semoga Allah membalas Syaikh dengan kebaikan”
Jawaban…
Mengajak manusia ke jalan Allah termasuk fardhu kifayah
Mencakup penyebaran ilmu, pengungkapan kebaikan-kebaikan agama Islam, penjelasan hukum-hukum syari'at, pengungkapan rincian-rincian halal dan haram, anjuran beramal shalih, pengungkapan dalil-dalil hukum beserta penjelasan segi pendalilannya, pengungkapan janji dan ancaman, balasan pahala dan lain sebagainya yang merupakan faktor-faktor untuk memahamkan kaum muslimin dan mengenalkan mereka tentang hukum-hukum agama.
Begitulah, karena dengan dakwah dan penyebaran ilmu bisa membuahkan mengetahuinya orang-orang jahil tentang perkara-perkara yang memang seharusnya mereka ketahui, yaitu berupa hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hak-hak sesama muslim yang bisa mendorong mereka untuk kembali ke jalan Allah dan bertaubat kepadaNya dari kemaksiatan, penyelisihan dan bid'ah
Disamping itu, orang yang belum pernah mendengarpun bisa mengetahui kebaikan-kebaikan Islam, mengetahui hakikatnya dalam gambaran yang menarik sehingga memeluk Islam dengan suka rela.
Tidak diragukan lagi, bahwa setiap sarana yang bisa digunakan untuk dakwah, maka kaum muslimin harus menggunakannya
Dulu, sarana dakwah hanya terbatas pada ceramah, tulisan dan diskusi antara juru dakwah dan yang didakwahi, serta halaqah-halaqah ilmiah, (disamping sarana-sarana lainnya) sebagai pengamalan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ |
"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik" [An-Nahl : 125]
Adapun zaman sekarang, kita perlu menempuh setiap sarana yang bisa digunakan untuk mengajak kepada Islam
Seperti; radio, televisi, bulletin (selebaran ilmiah), penerbitan makalah-makalah Islami di Koran-koran dan majalah-majalah yang baik, termasuk juga sarana internet yang muncul di zaman ini dan telah merambah ke seluruh dunia
Kiranya, para ahli ilmu dan para da'i perlu menempuh jalur ini untuk menyebarkan makalah-makalah dan ceramah-ceramah yang bermanfaat serta wejangan-wejangan yang benar agar bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang menghendaki kebaikan, mengharapkan ilmu dan melaksanakannya
Karena internet telah ada dan hadir di negeri ini, maka jangan dibiarkan digunakan oleh kaum Nasrani, Yahudi, kaum musyrikin, para ahli bid'ah, para ahli maksiat dan ahli kemunafikan untuk menyebarkan pemikiran-pemikiran mereka sehingga mengelabui orang-orang yang menyambangi situs-situs mereka lalu berbaik sangka terhadap mereka, meyakini saran dari mereka dan kebenaran wejangan mereka
Akibatnya, sesatlah orang-orang yang menemukan makalah-makalah tersebut, yang berisi kekufuran, bid'ah, kemaksiatan dan fitnah, baik yang nyata maupun yang tersembunyi
Tapi jika digunakan oleh para ahli ilmu yang benar, ahli tauhid dan keikhlasan, maka mereka bisa mempersempit ruang lingkup para penyebar kerusakan, dan makalah-makalah mereka bisa bermanfaat bagi orang-orang yang menginginkan kebenaran dan bermaksud memanfaatkannya dengan beramal shalih dan berilmu yang bermanfaat”
Wallahu a'lam
[Diucapkan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin Hafizhahullah, 24/7/1420H]
[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]
Bid'ahkah Berdakwah Lewat Internet?
Pertanyaan lagi…
“Mau tanya, Apakah ada Fatwa Ulama yang membolehkan berdakwah lewat Internet? Bukankah dakwah lewat internet tidak pernah dilakukan oleh Rosul? Apa rujukannya?”
Jawaban…
“Internet adalah seperti surat yang pernah dikirim oleh Rasulullah kepada raja-raja yang kafir, dan juga kepada gubernur-gubernurnya, ia sebagai alat dakwah”
Mengapa da'wah di dunia maya termasuk hal yang penting
Setiap Orang Berhak Menerima Da'wah
Da'wah bukan hanya ditujukan kepada sesama muslim, tapi juga kepada seluruh ummat
Suatu riwayat menceritakan mengenai kisah pengemis Yahudi yang buta. Pengemis Yahudi yang buta itu selalu berdiri di sebuah pasar seraya terus menerus menjelek-jelekan Rasulullah kepada semua orang yang berlalu di hadapannya. Mendengar hinaan tersebut Rasulullah tidak merasa tersinggung, bahkan ia yang selalu menyuapi makanan kepada sang pengemis tanpa memberitahukan kepada pengemis itu siapa dirinya. Barulah setelah Rasulullah wafat, pengemis Yahudi mendengar perlakuan Rasulullahitu dari sahabat Abu Bakar. Pengemis itu kemudian menangis dan bersyahadat di hadapan Abu Bakar setelah mendengar penuturan Abu Bakar
Maka perlunya (penting) usaha da’wah kepada para netter (pengguna internet)
Pengenalan Islam (da'wah) menjadi sangat urgen di internet, apalagi fakta bahwa saat ini manusia yang menjalani "kehidupan" di dunia maya sudah demikian banyak (dan terus berkembang)
Dan semakin lama semakin menjadi kebutuhan pokok sehari-hari (karena kelengkapan fasilitas dan kemudahan yang diberikanya)
Da'wah Untuk Memberi Kepemahaman Islam yang Benar
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya, yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kamu agar kamu bertaqwa" (surat Al An'am ayat 153)
Maka pentingnya menjaga nama baik islam dan berusaha saling mengajak menuju kebaikan
Jika da'wah seumpama pengenalan sebuah produk; maka buat kemasan yang menarik, lalu tawarkan dengan cara yang kreatif (selama cara yang digunakan sah secara syariat)
Da'wah Mempunyai Arti Yang Luas
Da'wah bukan sebatas pada saat-saat ta’lim maupun ceramah
“Segala upaya yang ditujukan untuk menyeru manusia kepada Allah adalah da'wah”
Dan da'wah adalah ibadah, melekat dalam tiap jiwa orang yang mengaku muslim, sebagaimana kewajiban terus menuntut ilmu, beramal dan mengajarkanya
Dakwah adalah wajib atas tiap muslim

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (Fushilat: 33)
Dakwah ini adalah perjuangan yang terus-menerus, pekerjaan yang tiada kunjung selesai, disertai harapan untuk masuk dalam golongan hizbullah (pasukan Allah) dan mati paling mulia sebagai syuhada’
Berusaha menjadi teladan yang baik dan menerangkan segala kebaikan itu dari islam

“Dan sesungguhnya kamu (muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Al qalam: 4)
Diantara fadhilah bagi kita ummat beliau (seorang muslim)
- Rasulullah adalah contoh teladan terbaik bagi ummat
- Hendaknya sebagai da’i, menjadikan diri kita yang pertama melakukannya, sehingga akan lebih mengokohkan dan bisa diterima
- Mengatakan segala kebaikan dan kemualiaan dari Allah-lah datangnya lewat ajaran islam yang mulia, dan kita sebagai seorang muslim yang berusaha teguh (istiqomah) mengamalkanya
- Maka dari hal-hal diatas orang-orang akan bisa melihat dakwah secara nyata dan mereka bisa menerimannya
Maka, setiap amalan kita sekecil apapun itu yang akan diapresiasi (dan dicontoh) orang lain adalah dakwah
Dan tiap kebaikan yang kita sebar atau ajak jua adalah dakwah
Segala perbuatan yang kita lakukan selama niatnya mengharap keridhaan Allah beserta pengamalan yang benar (sebagaimana yang diajarkan rasulullah), maka hal tersebut adalah dakwah dan bernilai ibadah
Maka menyebarkan Islam melalui internet juga sebuah da'wah sekaligus bernilai ibadah selama caranya benar
Berdakwah fardhu kifayah dalam bentuk jama’ah

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Al imran: 104)
Maksud ma`ruf disini adalah segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah sedang munkar adalah segala perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah
Setiap Muslim Wajib Mencegah Kemungkaran
Berdakwah fardhu ‘ain secara individu jika menemui suatu kemungkaran

“Demi masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian (2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3)” (Al ‘ashr: 1-3)
Fadhilah amaliah…
- Mari berusaha selalu menunjukkan kebenaran dan menjadi hamba yang paling bermanfaat bagi orang lain (sebagaimana yang rasulullah tuntunkan)
- Mari berusaha selalu amar ma’ruf nahi munkar dengan penuh keberanian dan ketegaran dimanapun kita berada
Internet sebagai terobosan besar teknologi zaman ini memiliki begitu banyak kekurangan, salah satunya adalah belum adanya mekanisme yang tepat untuk mencegah kebebasan-kebebasan yang benar-benar tanpa batas di internet. Sehingga internet menjadi lahan subur tumbuhnya kemaksiatan-kemaksiatan seperti pornografi, spam, cracking, carding, perjudian online dll
Dari hal diatas maka kehadiran cahaya yang menerangi jalan penuh kegelapan adalah keharusan dan kebutuhan pokok
Allah selalu memerintahkan kita untuk mencegah kemungkaran
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (Surat Ali Imran: 110)
Sebuah fadhilah yang begitu berharga…
- Allah menyatakan ketinggian dan kemuliaan seorang yang beriman dengan sifat yang menyebabkan mereka sebagai “Khairal Ummah” (ummat terbaik), yaitu :
- Mereka menyuruh (mengajak) manusia kepada perkara-perkara yang ma’ruf (kebaikan),
- Mereka mencegah (melarang) manusia dan melakukan kemungkaran
- Dalam usaha-usaha tersebut mereka senantiasa menjaga dan memelihara diri mereka dengan mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.
- Usaha dakwah menyeru manusia supaya mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya adalah amal usaha yang sangat tinggi dan mulia
Ancaman Bagi Yang Tidak Berdakwah

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih” (Q.S. AL-BAQARAH:174)
Jangan Sampai Kebaikan Yang Kita Dakwahkan Kalah Pamor Dibanding Ramainya Kemaksyiatan Karna Kurangnya Penataan (Manajemen) Yang Baik
Mengingat, pertolongan Allah senantiasa bersama orang yang berbuat baik

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”
(Al ankabuut: 69)
Diantara bentuk ikhtiyar…
Berusaha menggabungkan dakwah yang telah ada selama ini (offline) dengan dakwah di dunia lain (online) dengan seefektif mungkin
“Agar Umat Tidak Sekedar Menjadi Buih”
Manfaat Internet Yang Umum Digunakan Saat Ini (baik secara personal maupun organisasi)
Berkirim surat elektronik (e-mail)
Menulis dan meramaikanya, baik dalam bentuk blog maupun situs
Media belajar dan mencari referensi (E-learning)
Melakukan bisnis melalui sarana elektronik (E-Business)
Menjadikannya sebagai media dakwah baru yang menyenangkan
Pendekatan Yang Baik Untuk Menjelaskan Manfaat Internet
Teknologi pada dasarnya dibuat untuk membantu memecahkan masalah dalam memenuhi kebutuhan manusia dalam beraktifitas
Internet adalah alat (infrastruktur telekomunikasi), maka nilai (baik-buruk) yang muncul setelah digunakan sangat tergantung dari pemakainya (individu, organisasi atau komunitas)
o Bagaimana kita mengapresiasinya
Yaitu berupa niat, motivasi dan pandangan kita terhadapnya
o Bagaimana kita menggunakannya
Yaitu bagaimana kita memanfaatkan dan mendaya-gunakannya
Maka…
“Akankah alat ini akan menjadi manfaat atau mudharat (keburukan dan kesia-siaan) bagi diri kita?”
Yaitu akankah internet ini menjadi suatu media pendidikan, media jual-beli atau media dakwah yang efektif dan efisien ditangan kita?
Atau akankah sekedar menjadi alat propaganda kemaksiatan, memuaskan hasrat, hal sia-sia dan keburukan saat ditangan kita?
Mempermudah Urusan Kaum Muslimin Dalam Kebaikan

“Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati”
(Q.S. AL-BAQARAH:139)
Strategy Mengurangi Dampak Negatif
Pornografi, spam, dll di Internet memang begitu susah dicegah, namun tetap bisa diminimalisir (dikurangi) dampak buruknya
Solusi Teknis
- Perangkat lunak untuk mencegah dan mempersulit akses ke situs pornografi, judi, spam dan situs-situs tidak mendidik lainya, seperti software;
- Filtering di proxy server, yang paling populer memakai proxy squid (dengan memakai squid guard) bisa juga memakai aplikasi populer lain seperti dans guardian, dan banyak list filter di publish di internet untuk bisa kita terus update
- Yaitu fitur filter (block) lalu lintas data yang lewat disisi server sebelum diteruskan ke client
- Filtering di sisi browser, seperti Add Block Plus di firefox
- Memilih ISP yang menyediakan akses lebih bersih
- Ada fitur filtering content di servernya
- Menyediakan daftar isi yang pantas untuk keluarga (khususnya anak)
- Situs-situs yang menginformasikan netiket (etika berinternet)
- Menyediakan situs-situs rujukan bagi para pemula agar tidak tersesat
- Menyediakan start page browsing
- Kelemahan:
- Sangat terbatas dan parsial
- Perlu pemantauan dan update terus-menerus (butuh banyak tenaga)
- Dengan pertumbuhan content dan teknologi Internet yang berkembang pesat, solusi teknis ini hanya layak sebagai pagar saja (sekedar meminimalkan "upaya")
Solusi Komprehensif: “Melakukan Edukasi Dan Sosialisasi Pada Masyarakat”
Yaitu menjelaskan tentang apa itu Internet secara tuntas (tidak sepotong-sepotong)
Hal ini sangat penting sebab akan memberikan motivasi (dorongan) kepada masyarakat bahwa Internet bukanlah medan yang membahayakan apalagi perangkap peradaban (selama tahu ilmunya dan mau beristiqomah mengamalkanya)
Adapun tujuannya adalah…
- Mengeliminir "keinginan" (niat buruk) dan
- Meningkatkan motivasi positif untuk memanfaatkan Internet sebaik-baiknya
Peranan penting berbagai pihak…
- Media massa dan lembaga informasi lainya
- Perlu menggambarkan Internet secara tuntas dan jelas
- Bukan sekedar mengeksploitasi satu sisi demi keuntungan dan publisitas
- Segala informasi pasti bertendensi, namun usahakan membangun tendensi yang baik. Tidak cuma demi keuntungan pribadi rela menghancurkan ummat demikian banyak dan merusak generasi penerus masa depan
- Mengingat: informasi yang diberikan (beserta akibatnya) harus dipertanggung-jawabkan kelak dihadapan Allah
- Para edukator (guru, da’i maupun ustadz)
- Perlu lebih terbuka dan tuntas memahami perkembangan teknologi informasi
- Untuk mengantisipasi berbagai tantangan zaman yang semakin berat
- Namun tetap menjaga kebenaran berdasar dalil yang ada (sisi syari’e), menjaga keilmiahan dalam beragama
- Membiasakan mendidik dengan contoh
- Para ulama
- Perlu lebih menyikapi perkembangan yang ada dalam konteks solusi (konstruktif)
- Senantiasa berusaha mengingatkan menjaga tuntunan syarie dengan lebih beristiqomah (tuntunan yang benar dalam beragama sesuai addalil beserta mempertahankanya)
- Bagi Umat Islam khususnya
- Menyikapi perkembangan teknologi lebih ‘arif dan cerdas
- Berlaku sebagai seorang muslim yang selayaknya; membiasakan menyikapi sesuatu berdasar ilmu dan kepemahaman yang kuat, bukan sekedar ikut-ikutan
- Perkembangan teknologi dalam berbagai bentuknya sangat sulit dibendung, namun bukan karna hal itu lalu kita lalai dalam menyikapinya dan tidak turut andil mengarahkanya
- Beberapa tahun yang lalu mungkin kita tidak pernah mengira akan seperti ini dampak yang akan ditimbulkan oleh teknologi sepertinya…
- Sebagai umat yang berkembang teruntuk berdakwah diberbagai zaman, antisipasi segala teknologi (seperti internet) perlu kita adopsi lebih dini dan positif (khusnuddhan)
- Sehingga bukan sekedar waspada dan rasa takut berlebihan (tanpa dasar) yang dibangun, selama kita mampu beramal dengan ilmu didalamnya maka alangkah baik kita memanfaatkanya sebaik mungkin
- Beserta mengajarkan cara-cara menjaga adab didalamnya kepada orang lain
- Sebab jika tidak, umat islam akan semakin menjadi buih-buih kecil di ganasnya gelombang perubahan peradaban umat manusia
- Berbagai pihak (terutama pemakai aktif internet, namun juga pemerintah, pelaku bisnis, organisasi masyarakat, komunitas pendidikan dll)
- Terus-menerus mempropagandakan bagaimana mensiasati internet jauh lebih baik dan jauh dari segala kesia-siaan
- Terus membentuk opini dan image beserta contoh tindakan kita untuk senantiasa produktif dan konstruktif
Dakwah dimulai dari diri sendiri (ibda’ binafsik), dan yang terdekat (ibda’ min qarib)
Serta dakwah haruslah dengan ilmu dan memahami apa yang kita ucapkan, lakukan dan beritahukan serta jalan yang kita lakukan terus-menerus
Meskipun didunia ini tidak mungkin langsung ada hal ideal, namun yang terpenting adalah diri kita sudah berusaha
Dan usaha terbaik adalah usaha yang dimulai dari diri sendiri, baru lalu mengajak dengan contoh kita kepada orang lain

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (At tahrim: 6)

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (Asy syuara’: 214)
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat (2) Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan (3)” (As shaff: 2-3)

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir”
(Al baqarah: 44)
Penjelasan ayat diatas adalah…
Allah mencela mereka tentang keadaaannya dan memperingatkan keteledoran mereka pada diri mereka sendiri yaitu menyeru orang lain berbuat baik sedang mereka justru melupakan dirinya sendiri
Allah tidak bermaksud mencela mereka karna mereka menyeru kepada kebaikan namun tidak melakukannya, tetapi Allah mencela mereka karena mereka tidak melakukannya sendiri
Menyeru kepada kebaikan adalah kewajiban seorang berilmu akan tetapi yang lebih baik adalah ketika mereka menyeru dan juga melakukannya
Dengan demikian keduannya sama-sama wajib, apabila salah satu unsur tidak bisa kita laksanakan maka unsur yang lain tetap wajib kita laksanakan. Dan inilah pendapat yang lebih benar dari para ulama yang mengatakan bahwa orang yang melakukan satu kemaksiatan dia tidak boleh mencegah orang lain dari kemaksiata tersebut, ini adalah pendapat yang lemah.
Lebih lemah lagi karena mereka mengatakan pendapat itu berdasar ayat diatas padahal ayat tersebut sama sekali tidak bermaksud seperti apa yang mereka katakan. Yang benar adalah bahwa seseorang yang berilmu menyeru kepada kebaikan walaupun ia belum bisa melakukannya dan mencegah kemungkaran walaupun ia belum bisa meninggalkannya” (tafsir Ibnu Katsir:1/91)
Ini adalah jebakan mematikan para ulama, tiada yang bebas dari kesalahan namun usahakan apa yang kita ucapkan adalah apa yang telah kita tahu dan amalkan dengan tahu penuh benar kebenarannya
Mengingat, manusia akan dengan sendirinnya ikut bergabung dan membantu kita jika kita memulainnya dari diri sendiri dan membuktikan bahwa yang kita lakukan baik dan bermanfaat bagi mereka meskipun mereka sebelumnya memusuhi dan mencela kita
Maka berusaha jangan sampai pernah “menjual” omongan kita, cukuplah kita mengawali sendiri melakukannya sembari untuk memberi contoh
“Apabila seseorang menyeru kebaikan tapi tidak memahami apa yang akan ia sampaikan, maka setan akan mempermainkannya dan orang itu akan lebih cenderung merusak daripada memperbaikinnya. Bisa jadi ia melarang dari suatu perbuatan secara ijma’ (seluruh ulama menyepakatinnya) adalah mubah (boleh dilakukan atau ditinggalkan), atau melarang suatu perbuatan yang dipandang secara berbeda menurut pendapat ulama, tapi ia akan memporak-porandakan aturan yang sudah baku, lalu ia menghujat orang yang berbuat kemunkaran. Namun saat ada yang menyangkalnya dan dia tidak bisa menjawabnya ia malah menyalahkan diri sendiri” (Ibnu Qayyim Al Jauzi)
Termasuk fadhilah juga…
Bahwa setiap amalan baik kita yang akhirnya dijadikan contoh kebaikan (keteladanan) adalah termasuk dakwah,
Sebagaimana tiap amalan jelek kita yang akhirnya ditiru juga merupakan dakwah kepada kesesatan
Contoh Pemanfaatan internet sebagai media dakwah
- Memberikan referensi fatwa dan pendapat para ulama dalam membahas suatu masalah (dengan menjaga dalil ilmiah yang kuat)
- Membuat situs islam yang berisi
- Al Qur’an online,beserta kategori temanya
- Hadist online, beserta kategori temanya
- Dan tetap menjaga kesahihan isinya
- Buat streaming audio Al Qur’an dan kajian
- Menyediakan konsultasi online
- Perkembangan yang sangat pesat pada kekuatan komunitas blog, perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya, sebesar-besarnya...
- Membuat komunitas di blog-blog seperti: wordpress, blogspot, multiply dll dalam menyebarkan kebaikan di internet (fastabikhul khairat) dll
- Membuat situs komunitas kolaboratif dimana pengunjung bisa memanfaatkan berbagai fasilitas seperti Al Qur’an online, direktori situs islam, forum diskusi, chatroom, berita serta artikel dan berbagai sarana interaktif lain
- Memanfaatkan situs penyedia file server download beserta komunitas di dalamnya, seperti e-snip
- Perlunya secara strategis dibuat situs yang membidik segmen khusus pemakai Internet terbanyak saat ini (usia 17 - 35 tahun)
- Yang tampil lebih menarik bagi mereka namun tetap berkualitas isinya
- Bukan berisi hal sia-sia (seperti situs-situs saat ini umumnya)
- Mendidik dengan cara terbaik, forum ukhuwwah dalam komunitas yang lebih terjaga, dan forum nasehat yang membuat siapapun yang bergabung didalamnya sudah mafhum untuk berlaku baik
Saatnya Kita Bergerak, “Dakwah via High Tech”
Sebagai seorang muslim yang dimuliakan Allah, sudah selayaknya kita memiliki ilmu dan kepemahaman yang luas
- Perlunya menguasai fasilitas yang bisa membuat kita tetap eksis dan menang di zaman ini
- “Disaat banyak orang-orang di luar sana terbuai berlomba-lomba bermaksiat (melakukan hal sia-sia) menggunakan internet, kenapa kita tidak berlomba-lomba membangun kejayaan yang lebih baik dengan internet?”
- Menambah ladang amalan kita, mewariskan ilmu dan pahala yang tiada habisnya (selama tulisan kita ada di internet dengan adanya keberadaan blog atau situs kita)
“Islam High Tech!”
- Banyak cara yang bisa kita lakukan, seperti membuat web atau blog yang berisi (mengajarkanya) kebaikan beserta ajakan kita meramaikanya
- Lalu jadikan itu ladang amalan kita
- Bergabung dengan komunitas, seperti situs-situs Islam, blog, milis dan rss yang cenderung lurus (terjaga). Terutama jika kita kurang banyak memiliki pemahaman yang kuat dan amalan yang masih kurang terjaga dalam hal tersebut
Perang Informasi
“Knowledge is power!”
“siapa yang memegang informasi dia yang bakal menguasai dunia” (ungkapan pepatah)
Ingat, pemikiran kita sangat dipengaruhi informasi yang masuk dari lingkungan lalu masuk ke benak dan kita ikhlash menerimanya (membenarkanya)…
Maka Disini Internet Menjadi Medan Tempur Baru
Apalagi dengan jumlah pengunjung yang semakin berlimpah, internet menjadi sarana efektif menebar perang opini
Di internet, beragam orang dan kelompok menyebar macam-macam propaganda dan pengaruh pada jutaan netter, contoh…
- Pornografi; mulai dari yang normal sampai abnormal
- Bahkan gosip-gosip yang nggak ketauan juntrungnya (dan hal sia-sia lainya) begitu banyak beredar bahkan justru ramai dikunjungi
- Sampai demo kesyirikan, ajakan sesat, pendapat liberal bahkan membuat bom juga ada
- Sehingga orang banyak menganggap internet sebagai pelempar informasi sampah (dari banyaknya berita bohong dan spam bersliweran)
- “Akankah kita menjadi seperti mereka?”
- "Atau menjadi orang baik yang akan meramaikan dengan kebaikan juga?”
Renungan Besar, Semoga Bermanfaat…
- Ingat, umur kita sedikit, sedang informasi disini (internet) bukan saja berlimpah (tapi banjir bandang)
- Kekuatan zaman ini (zaman informasi) adalah bukan pada banyak-banyaknya mengumpulkan informasi
- Namun kekuatan (kecepatan) dalam mencerna (mengelola) informasi dengan baik (cerdas) untuk bisa segera menguasainya (secara tepat) dan ikut andil didalamnya, sehingga ikut mempengaruhi didalamnya
- Kita jangan pernah puas cuma sebagai penikmat, segera menjadi penyedia yang punya hak menentukan arah informasi dengan bekal ilmu yang kita miliki
- Kita seorang muslim yang dimuliakan Allah, sudah selayaknya bermartabat dengan beramal sesuai dengan kemuliaan iman kita
Beberapa Hal Yang Perlu Kita Perhatikan Dalam Menggunakan Internet
- Jangan biarkan sarana ini dikonsumsi oleh anak kecil atau remaja yang baru menginjak masa pubertas dengan mudahnya
- Hal ini akan sangat membahayakan mereka baik dari segi kejiwaan maupun moral yang dapat mengakibatkan resiko yang sangat fatal yang tentunya tak seorang muslim-pun yang meridhoinya.
- Gunakanlah fasilitas ini pada hal-hal yang mendatangkan manfaat saja
- Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
- "Diantara kesempurnaan (kebaikan) Islam seseorang adalah meninggal kan sesuatu yang tiada berguna bagi dirinya" (HR. at-Timidzi, dishahihkan oleh syekh al-Albany)
- Sebagai sarana dakwah dan keilmuan, bergabung dengan komunitas yang terjaga, saling menyebarkan ilmu dan amaliah kebaikan yang lain
- Jangan sampai kita memperturutkan keinginan disini, seperti sekedar hanya untuk melihat gambar lain jenis, nampang, menuruti syahwat, mendekati lain-jenis, berbantah-bantahan, riya' dst..
- Ingat waktu, jangan sampai kita keasyikan dengan hal sia-sia dan terbuai padahal sudah masuk waktu shalat berjamaah
- Hendaknya digunakan untuk mencari situs-situs islam yang terpercaya kredibilitasnya
- Yang lebih terjaga dalam keilmiahan dalam beragama, terutama dari segi aqidah dan manhaj
- Jangan sampai kita terbuai dengan godaan syaitan yang turut serta menghiasi amalan kita menggunakan fasilitas ini (meski dengan hujjah untuk menjadikan sebagai sarana dakwah)
- Tips untuk mengetahui tujuan kita menggunakan fasilitas internet;
- Mari kita tanyakan pada hati terdalam kita dan berusaha jujur denganya
- Lihat kebanyakan situs apa yang kita buka
- Seperti apakah situs langganan kita tersebut saat ini..
- Maka jika ternyata kita masih belum mampu beramaliah yang lebih terjaga disini (dengan jujur pada diri sendiri), alangkah baik berpisah dulu dengan tenang sehingga kekuatan kita mapan
Merenungi Kisah Keberhasilan Yang Dicontohkan Rasulullah…
Merenungi ayat-ayat ini..
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ اتَّقَواْ فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas” (Al Baqarah: 212)
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdo'a: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali" (QS. Al Baqarah :126)
Sebuah hikmah semoga berharga
- Kesuksesan hidup kita tidak diukur dari sekedar apa yang nampak beserta derajad yang diagung-agungkanya, namun lebih mulia dari pada segala kefanaan itu semua, kepada Allah-lah tempat kita kembali
- Coba memahami, kejayaan budaya dan peradaban juga bukan diukur dari hal-hal yang menjadi puncak duniawi dan apa-apa yang terlihat. Apa-apa yang ada dibalik itu dari kemuliaan ilmu dan iman, kebaikan jiwa dan budi yang membangunya adalah kemuliaan sesungguhnya...” (masa rasulullah adalah masa puncak kejayaan)
- Kemajuan peradaban juga tidak terletak pada pewarisan teknologi yang semaju-majunya, sebab hakekatnya peradaban hanyalah tambahan tumpukan peradaban dari masa lalu, sedang segala sesuatu didunia ini hanyalah ujian
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآب
ِ
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)" (Al Imran: 14)
- Teknologi hanyalah ujian tersendiri, hidup yang bisa semakin berbahaya justru karna kemudahanya, keasyikan diri kita dimanja dan begitu melenakan
- KIta seakan-akan hidup didunia yang semakin diperalat dan mekanis, dan justru dari segala kemudahan inilah ujian berat yang semakin membinasakan, apalagi jika kita hanya terlena dan hidup menyerah padanya tanpa kritis
- Kita butuh berisik yang terus membuat kita sadar mengasah kekuatan serta tekanan yang terus memacu kita bergolak
- Sedang seorang muslim adalah yang memikirkan tentang penciptaanya dan apa yang sedang dikerjakanya (senantiasa menghisab diri)...
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Al-Imran: 191)
- Semoga kita semua bisa mewarisi dan mengamalkan ilmu yang haq sebagaimana diajarkan rasulullah dan diamalkan para sahabat, akhlaq ruhiyyah yang semakin taat menghamba, menunduk kepada Allah lewat jalan yang benar dan selamat sehingga layak sebagai khalifah yang amanah (sedang tiap diri kita adalah pemimpin)
- “Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung-jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (Raja) adalah pemimpin, laki-laki pun pemimpin atas keluarganya, dan perempuan juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya, ingatlah bahwa kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dari shabat Ibnu Umar)
Seorang hamba yang senantiasa mengharap penjagaan Allah dan begitu mengharap nasehat
Muhammad Ulinnuha
Yogyakarta, 27 Maret 2008
"Ya Allah, karuniakan hamba keimanan yang sebenar-benarnya...
Bukan sekedar menjadi buih di dunia yang sementara ini..."
Aamiin...
Silahkan baca juga artikel ini juga:
http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4063/Membuat_Blog_Bernilai_Dakwah_dan_Ibadah