بسم الله الرحمن الرحيم

"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"

 
[Tips + Teknik] "Mempelajari Hidup Jadi Lebih Asyik & Mudah..."
"Menghidupkan Ilmu Dalam Hidup dan Blog Kita"

 

Berusaha Meneguhkan 'Azzam dan Niat

  • Berusaha membersihkan niat kita dalam menjalani hidup ini, lurus mengharap wajah (keridhaan) Allah
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
"Katakanlah: 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk  Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah) (Qs.Al-An'am:162-163)
  • Kita buktikan dengan berusaha senantiasa menjalani hidup sungguh-sungguh, senantiasa mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah. Dzat yang kepada-Nya kita bergantung segala sesuatu, teriring syukur pada-Nya...
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
        "Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam"  (Q.S Alfatihah: 2)
    • Dengan sikap penuh kesungguhan inilah insya Allah kita siap menerima ilmu yang akan Allah berikan (amanahkan) dan yang akan menaikan derajad kita (bersamaan dengan ujianya)
  • Mengawali segala sesuatu dengan bismillah...

بسم الله الرحمن الرحيم

        "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"

  • Serta do'a, semisal do'a belajar...
 وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“…Dan katakanlah (muhammad) : "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan"  (Thahaa: 114)

 
Memahami Keutamaan Orang Berilmu

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ
  • "(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran"  (Q.S. Az Zumar:9)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
  • "Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"  (Q.S. Al Mujaadilah:11)
يُؤتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ
  • "Allah menganugerahkan Al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)"  (QS Al Baqarah : 269)

Fadhilah amaliah...

    • Berikhtiyar semoga kita termasuk orang yang dianugerahi Allah memiliki keutamaan ilmu dan termasuk golongan hamba yang dimuliakan Allah
    • Ayat yang kedua bermaksud dalam urusan ilmu agama, yang akan sangat menentukan syah-tidaknya amalan yang kita lakukan disisi Allah
    • Maka kita sebagai ummat islam dituntut untuk menjadi golongan yang mempunyai pengetahuan dan keutamaan tersebut (wajib menuntut ilmu agama)
    • Dapatkan (nikmati) rasa senang begitu mendalam dihati kita dengan ilmu dan hidup mulia bersamanya (ilmu)
    • Dan biarlah ilmu yang menata hidup dan tatanan belajar kita

Meneladani Para Salafus Shalih Dalam Himmahnya Menuntut Ilmu

Mari kita mengambil ibrah yang diteladankan rasulullah dan para sahabat...

Ketika perang badar setelah kaum muslimin mendapat kemenangan gemilang dan mendapat ghanimah serta tawanan-tawanan perang, rasulullah menjadikan para tawanan itu untuk tidak dibunuh tetapi memanfaatkan potensi mereka (dalam hal ini membaca) dengan menyuruh mereka untuk mengajarkan baca tulis pada para sahabat yang belum bisa baca-tulis
Dan kita lihat ghirah yang kuat dari para sahabat untuk bisa membaca..

      • Bagaimana Zaid bin tsabit mampu belajar bahasa suryani dalam waktu singkat
      • Bagaimana Abdullah bin Amr bin Ash senantiasa mencatat apa yang rasulullah sampaikan yang tidak dilakukan oleh sahabat lain, bahkan Abu Hurairah saja sempat iri dan kagum dengan apa yang beliau lakukan

Meneladani para salafus shalih; "Himmah (semangat)-nya yang tinggi terhadap ilmu"

Bahkan kita biasa mendengar para salafus shalih demi mendapat sebuah hadist rela bepergin jauh (antar negara) dan menunggu didepan rumah perawi hadist tersebut kadang hingga berhari-hari

Mengingat keteladanan semangat ibnu Hajar...

Ibnu Hajar pernah merasakan begitu susahnya menghapal hadis. Suatu hari beliau melihat sebuah batu yang ditetesi oleh air. Beliau memperhatikan seksama, "mengapa batu itu bisa berlubang padahal hanya dengan setetes air saja?"
Dari tadabburnya ini akhirnya beliau sadar, "batu saja yang tidak bernyawa bisa dilubangi, sungguh keterlaluan kalau manusia kalah dengan batu"

Beliau menyadari, bahwa ia mempunyai potensi untuk memecahkan “batu” yang selama ini mengganjal dalam hati dan benaknya
Dengan jiwa penuh ghirah ilmu yang Allah anugerahkan ini beliau mampu mengarang berbagai macam kitab hadist dan disiplin ilmu yang lain sampai para ulama hadist-pun menggelari beliau dengan jululan syaikhul islam fil hadist

Sampai tahap ini, semoga himmah (semangat) kita didalam belajar dan membaca sudah terbakar mengebu-nggebu


Mengamalkan Ilmu yang Allah Titipkan Beserta Mendakwahkanya dan tidak Bersikap Lemah (Ikut-Ikutan Tanpa Dasar)

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)  (Al-An’am : 116)

Fadhilah amaliah...

  • Mari kita membiasakan tidak mengikut-ikuti orang-orang kebanyakan tanpa dasar (tidak tahu ilmunya) apalagi tanpa kehati-hatian
    • Pentingnya memahami ilmunya, Imam Abu Hanifah pernah berkata: " Tidak halal bagi siapapun untuk memegang pendapat kami tanpa mengetahui dari mana dalil yang kami ambil" (Ibn Abd Barr, Al-Intiqa fi Fadlul Salasa A'immah Fuqahah, halaman 145 dan Ibn Qayyim, I'lamul Muaqi'in, halaman 29)
    • Kita ummat yang dimuliakan Allah, sudah selayaknya kita berusaha istiqomah melakukan sesuatu berdasar kemuliaan yng telah Allah anugerahkan
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung-jawabanya" (Al isra’:36)

Fadhilah amaliah...

  • Mari kita berusaha kritis dan berhati-hati dalam segala sesuatu yang ada dalam hidup kita apalagi syetan begitu halus menggoda sehingga kita seringkali tergelincir
    • Mari berhati-hati, kita seringkali hanyut dalam pikiran, perasaan dan argumentasi pribadi bukanya mendahulukan alquran dan assunnah
    • Hati-hati juga dengan pikiran dan sikap gelisah kita, sebab kebanyakan prasangka adalah dusta dan jangan lagi pernah ragu, jauhi segala yang tidak kita ketahui dan tidak jelas (syubhat/meragukan)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka! Karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa" (Al-Hujurat: 12)

  • Mari berhati-hati juga pada persepsi dan cara pandang kita, sebab hal ini sangat menentukan tindakan yang akan kita ambil nantinya, maka mari membiasakan mendahulukan alilmu dan hidup ilmiyyah mulai dari benak kita (addalil)
  • “Mari memahami inti dan akar suatu masalah sebenarnya, membiasakan hidup ilmiyyah (cerdas), menyatu dengan kehidupan kita” (jangan sampai keindahan jauh diluar diri kita, bukanya menyatu dengan diri kita)

Mempersiapkan diri setiap saat: "Selalu siap memperhatikan dan mempelajari (menyimak) apa saja yang kita temui dalam hidup ini"

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka  (Al-Imran: 191)


Merekatkan diri pada orang shaleh (senantiasa berusaha memperbaiki diri) dan orang yang berilmu (yang akan memberi kita nasehat dan jalan kefahaman)

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (Q.S. AN-NAHL:43)

Fadhilah amaliah...

      • Mari kita rajin-rajin belajar dan menuntut ilmu (berguru)
      • Serta tanpa segan-segan untuk menanyakan sesuatu (pada hal yang kurang kita ketahui) pada ahlinya (orang yang diberi kelebihan amanah ilmu oleh Allah dalam hal tersebut)
        • Dari ilmu yang beliau ahli, siapkan daftar pertanyaan sebelumnya atau bahan yang ingin kita kuasai namun tidak terlalu merepotkan beliaunya
        • Mengusahakan membaca referensi sebelumnya (mempelajarinya lebih dulu) agar tidak terlalu merepotkan
          • Cukup kita tanyakan hal-hal yang belum kita pahami saja
        • Cari referensi sebanyak-banyaknya
        • Semua bahan yang kita butuhkan usahakan tercukupi; "melingkupi diri dengan pustaka ilmu"
          • Pustaka dalam bentuk offline seperti buku maupun online seperti blog serta digital seperti e-book
          • Baru menambah sekiranya kurang, mudahnya dengan memanfaatkan mbah Guugle  yang terkenal pinter , selektif pada situs terpercaya
        • Cukupkan diri pada ilmu yang benar-benar penting:  "hal-hal yang penting dalam hidup dan keseharian kita (ilmu hal: seperti ilmu agama) serta kebutuhan dan minat kita
          • Terutama yang berorientasi praktis dan solusi (segera bisa kita amalkan)
        • Dalam ayat ini terutama; seruan teruntuk mencari ilmu agama
        • Mengusahakan mengambil ilmu dari sumber yang bersih (ulama terpercaya dan istiqomah)
          • Mengambil manfaat sebanyak-banyaknya darinya
          • Tetap berhati-hati, sekiranya ada kemudharatan (memisahkanya)
        • Membiasakan memandang orang yang lebih tinggi dalam ilmu dan akhirat dan berusaha kita mengejarnya (sebagai target saingan fastabikhul khairat kita)
وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُم فَاسْتَبِقُوا الخَيْرَاتِ إِلَى اللهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu. Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu ummat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu"  (Q.S Al Maidah: 48)

Membiasakan Berdiskusi Membahas Suatu Ilmu (Terutama Dengan Teman dan Orang Dekat Kita: Suami-Istri)
فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

"Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan" (Al-Hasyr : 2)

Fadhilah amaliah...

    • Mari kita berusaha senantiasa belajar teruntuk mendapat buah ilmu dan manfaat dari segala hal yang kita temui dalam hidup ini menuju amaliah kita yang lebih bersih dan lurus
      • Salah satunya lewat wasilah rajin-rajin membaca dan memperhatikan hal-hal yang ada disekitar kita (kita temui dalam hidup) dalam rangka mendapatkan ilmu dan hikmah (manfaat)
      • Rajin-rajin berdiskusi (musyawarah): saling bertukar pikiran (mudzhakarah), saling berdiskusi (munadzharah) dan saling memecahkan masalah bersama-sama (mutharahah)
      • Dengan membiasakanya rutin penuh semangat, mengkaji mendalam, tujuan yang jelas dan mengutamakan keilmiahan bukanya menjatuhkan pendapat yang lain serta dilakukan penuh kebersihan hati serta lurusnya niat
    • Mari kita memperhatikan pada hal yang benar-benar baik, dan pula dengan cara yang bersih (baik) saja” (selektif, jauh dari segala kesia-siaan dan membuang-buang waktu)
    • Juga membiasakan bicara yang baik-baik, dan baik pula pada pikiran, hati dan manfaatnya pada diri kita dan orang lain, senantiasa menghisab diri menjaga diri selalu berpikir konstruktif (membangun) dan bermanfaat
      • Jangan pernah lkhlaskan pikiran kita tercuri dengan segala kesia-siaan dan informasi sampah

Berusaha Memahami Diri Kita; "kelemahan dan kekuatan diri kita"

 وَمَا أُوتِيتُم مِّن الْعِلْمِ إِلاَّ قَلِيلاً

“… Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Al isra’: 85)

Fadhilah amaliah...

    • Mari mengingat, kita keseluruhan manusia di bumi ini hanyalah makhluq-Nya yang lemah dan hanya diberi ilmu yang sedikit
      • Jangan pernah tergelincir menjadi seorang yang sombong dan merasa baik
      • Letak kekuatan kita adalah pada rasa bergantung kita pada Allah dengan berikhtiyar sebaik-baiknya, sebab tiap amalan kita kelak akan dihisab Allah
        • Semoga kita termasuk hamba yang sebaik-baik dalam beramal shaleh dan mengamalkan ilmu yang Allah amanahkan

Mendayagunakan Segala Sumber Daya yang Allah Amanahkan Demi Menegakkan Ilmu

كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya  (Q.S. AL-BAQARAH: 242)

Fadhilah amaliah...

    • Mari kita sering-sering bertafakkur mendaya-gunakan segenap kemampuan yang Allah amanahkan (diberi bekal) kepada kita menuju kepemahaman agama beserta keshahihan pengamalan dalam hidup kita
    • Mengingat, Allah telah mencukupkan bekal pada kita dalam mengarungi hidup ini
      • Allah tiada pernah dzalim pada hamba-Nya, Allah senantiasa mengawasi diri kita. Diri kitalah yang seringkali kurang bersyukur padahal nikmat Allah senantiasa diberikan setiap saat tiada henti, sedang pada nikmat itulah letak ujian terberat bagi diri kita sebenarnya...
        • Dengan nikmat dan amanah ini akankah kita selamat dan mulia denganya, ataukah kita takluk dihinakan bersamanya...
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. (Yang telah) menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Maha Mulia. Yang telah mengajar dengan pena. Telah mengajar manusia apa yang belum ia ketahui(Surat Al-‘Alaq: 1-5)

Fadhilah amaliah...

    • Mari kita membiasakan membaca setiap saat, menjadikanya hobby (bagian dari hidup kita)
      • Baik membaca segala sesuatu yang tersurat (tertulis; bisa kita lihat dan baca)
      • Dan membaca segala hal yang tersirat (memahami makna segala kejadian yang terjadi dan kita temui dalam hidup kita ini)
        • Maka mari kita mulai memperhatikan dan mulai membaca
          • Mulai saat ini....
    • Buat target dalam membaca
      • Membiasakan hidup rapi (terorganisir)
      • Membuat perpustakaan pribadi, walaupun masih kecil (sedikit)
      • Membaca secara bertahap (nggak perlu habis sekali baca)
      • Dan perhatikan kondisi kita saat ini, bacaan dan ilmu apa yang pas (kita butuhkan) untuk mengisi hidup kita saat ini
    • Cari Sasaran Empuk yang Kelihatan Nikmat (Empuk, Gurih & Lezat)

            "Dapatkan Sisi Yang Paling Menyenangkan dari Bacaan Kita:
            "Menarik dan Membangkitkan Selera (Lezat)"

      • Menjalanai hidup dari manfaat menuju manfaat berikutnya, sebagaimana Allah menciptakan kita bukan teruntuk hal sia-sia

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka  (Al-Imran: 191)

        • Dari prioritas satu menuju prioritas selanjutnya...
      • Membaca penuh kenikmatan; "Hasrat menggebu-nggebu"
      • Mencoba mencicipinya sebentar; "Dapatkan rasa paling nikmat yang bisa kita rasakan"
    •  Solutif dan Bergizi
      • Ilmu agama = pokok pegangan ilmu yang akan menyelamatkan hidup kita
        • Mari mengingat; 'Alquran adalah sebaik-baik bacaan dan pedoman hidup kita"
        • Jangan pernah kita kalahkan dengan bacaan yang lain
      • Pilih bacaan yang yang kita butuhkan dan kita sukai namun benar-benar bergizi (selektif)
      • Miliki motivasi dan tujuan kuat untuk menguasainya (mempelajarinya)
    • Kelihatan Sederhana & Cepat Habis Dicerna
      • Tidak banyak memakan waktu
      • Membuat kita tidak jenuh
      • Maka, pilih bacaan yang sederhana bahasa penyampaianya, sederhana bahasan materinya, dan tidak bertele-tele
      • Lalu libatkan pribadi kita (libatkan diri kita masuk kedalamnya)
      • Terapkan teknik membaca secara cepat dan efektif dalam memberi pemahaman
      • Menulis sembari membaca, membaca sembari menuliskanya
        • Menyatukan ilmu tersebut kedalam diri kita
        • Saat kita menemukan hal-hal menarik, berikan tanda formatting:
          • Bentuk bullet-numbering, Format underline, Italic atau Bold serta Margin dan Pewarnaan kalo di blog
      • Dapatkan sebuah kalimat menarik yang akan membuat syaraf-syaraf otak kita melonjak kegirangan; bekerja secara efektif serta cepat dalam mengingat informasi (assosiatif) serta merangsang sisi kreatif (membuka pintu menuju hal-hal baru)
    • Gunakan Editing Sebagai Teknik Membaca Dan Memahaminya Sekaligus
      • Kategorikan (pustaka) semua kumpulan artikel (informasi) kita dalam tag-tag (kategori) yang jelas
        • Mengatur dan memilah ilmu:
          • Sumber artikel, buku, dan kitab yang prioritas untuk kita baca
          • Beserta link aslinya, serta sumber ilmiyyah pengambilanya
          • Notes: pengunjung hanya bisa melihat beberapa tag saja yang tampil, sebab banyak tag yang berisi posting mode hidden jadi tag-nya ikut hidden
      • Pilih tema dan artikel yang kita butuhkan saat ini dari koleksi artikel kita (yang masih hidden)
      • Lalu baca dan pahami sekilas
      • Kemudian rangkum, sarikan pemahaman kita sambil merubah artikel tersebut: "sesuai dengan pemahaman yang telah kita serap"
        • Metode menyarikan artikel: "Meramu semua dalam bentuk khalashah (ringkasan/summary) atau hafalan ataupun ta’bir (merangkai kata)"
        • Mentalkhis (meringkas) setiap yang telah kita ketahui
          • Buat dalam bentuk point-point; format bullet-numbering serta peta pikiran
        • Buat peta pikiran ulang dari bacaan yang terekam dalam benak kita
          • Terutama dengan memanfaatkan dalil-dalil yang ada sebagai rumusan dan yang kita hafalkan
            • Manfaatkan Alquran dan Hadist sebagai titik pokok pemahaman beserta sumber pemahaman
          • Bisa juga dengan memanfaatkan judul-judul bab atau pembagian topik
          • Kerahkan seluruh indra dan kemampuan kita dalam menangkap informasi dan memperkuat asosiasi informasi (terutama sesuai dengan style belajar kita)
        • Dan inilah yang kita pelajari, baca berulang-ulang, merangkum seluruh pengetahuan kita sebelumnya
          • Sehingga kita akan menguasai pokok bahasan secara mudah dan  komprehensif (menyeluruh)
      • Manfaatkan bahan tersebut saat kita membahas suatu hal yang berkaitan
        • Pilih kalimat yang sesingkat mungkin namun tepat
        • Buat tulisan yang semudah-mungkin dipahami, sehingga nggak usah banyak mikir bagi siapapun pembacanya
        • Utamakan tambal-sulam dari artikel yang pernah kita buat sebelumnya
          • Menjadi rangkuman pemahaman kita, untuk memperkuat jalinan asosiasi informasi yang telah kita dapatkan dengan cara memberi hubungan atau kaitan materi serta link
      • Maka hasilnya:
        • Artikel yang akan membuat pemahaman menancap kuat kedalam diri kita
        • Informasi yang matang (siap cerna) bagi siapapun yang akan membacanya
        • Wadah kreativitas dan kekritisan kita serta koreksi yang bermanfaat bagi pembaca setelahnya
        • Dan inilah artikel yang siap posting (layak edar di dunia nyata dan dunia maya/per-internet-an)
      • Membiasakan segera membagi ilmu yang telah kita dapatkan kepada orang lain
        • Kewajiban beruntun seorang muslim:
          • Belajar dan mengamalkan, kemudian mengajarkan ya (menyebar luaskan) serta mendakwahkanya
            • Sebagai bentuk fastabikhu khairat
            • Serta mendapatkan pewaris ilmu dan kebaikan tiada terputus

Beberapa teknik ana modifikasi dari tulisan ana disini...
Metode_Belajar_Cepat_di_Internet_Kuasai_Belantara_Informasi_Maksimalkan_Blog
Tekniik ini sangat efektif menggunakan media blog gratisan yang benar-benar mendukung hidden posting & social network (terutama yang berciri khas automatic subcript antar contack seperti di MP)

Kelebihan metode ini:

"Kita akan mempunyai buku dan perpustaka online yang bisa kita akses dan manfaatkan dari mana saja serta kapan saja. Dan asyiknya ini  gratis dan akan menjadi bagian dari hidup kita..."

Maintenance:

Rutin kita backup perbulan misalnya per-tag (category) yang kita definisikan kedalam flashdisk/komputer kita sendiri

Alasan mengapa metode ini lebih baik dipakai (bukan sekedar bookmark online)

      • Internet terlalu luas; "untuk memanajemen informasi kita perlu hak akses penuh dalam mengkategori beserta mengetahui penuh source codenya"
        • Untuk mengedit dan menghasilkan karya yang jauh lebih baik lagi
        • Contoh sederhana dengan menggabung atau membandingkan dengan informasi sejenis
          • Metode ini yang akan benar-benar akan menyatukan pemahaman kedalam diri kita
          • Juga sebagai
            • "Teknik Belajar Memanfaatkan Blog (Internet) sebagai Media Tulis, Tool serta Publikasi Sekaligus"
Semoga bermanfaat...
Yogyakarta, Pukul 22.00 WIB, tanggal 23 April 2008
Mengharap Ilmu Yang bermanfaat Dari Allah
Muhammad Ulinnuha

Silahkan download file PDF dibawah ini:
Attachment: Mempelajari Hidup Jadi Lebih Asyik & Mudah.pdf

jopja62 wrote on Apr 23
terima kasih sharenya, sangat bermanfaat sekali.
sebuahrisalah wrote on Apr 23
boleh juga
sukron ya...
lam kenal
indahmasruroh wrote on Apr 23
Alhamdulillah telah di pertemukan teman yg berilmu seperti akhi..
banyak saya dapat dari blog anda.

TFS akh..
semoga Allah menambahkan ilmu2 yg lebih bagi anda.
Amin.
evanda2 wrote on Apr 23
JAzakillah akhi atas ilmunya...
hafirahsfarhsa wrote on Apr 23
semoga menjadi manfaat bagi semua.. alhamdulillah
sespi wrote on May 16
Assalamualaikum wr wb. akhi, sangat bermanfaat. ijin copy paste di side saya yah. makasih, semoga Allah SWT memberkati.amin
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help