Abu's posts with tag: islamicwriting

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag islamicwriting
لاَ تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلاَ تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Janganlah sekali-kali kamu menunjukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan diantara mereka (orang-orang kafir itu),
dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka
dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman

(Q.S. AL-HIJR: 88)
Alhamdulillah...

"Jauhkan sifat wahn dari diri-diri kami yaa Allah...
Matikan kami sebagai para mujahid menempuh jalan nabi-Mu...."
(
wahn  = cinta dunia takut mati)

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman,
yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah.
Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri;
dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji"

(Q.S. LUQMAN:12)
~ ~ ~

Alhamdulillah...
Betapa nikmat pada diri kami begitu berlimpah tiada habis...
Betapa puji syukur kami takkan pernah cukup...
Alhamdulillah....
Alhamdulillah....
Alhamdulillah....

وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُواْ لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا اسْتَكَانُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
“Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa.
Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka dijalan Allah,
dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah
(kepada musuh).
Allah menyukai orang-orang yang sabar
(Q.S. AL-’IMRAN: 146)
~ ~ ~
Alhamdulilah....
. . . TEP   S E M  A   N    G     A      T      !  !  !
. . .
"Ayo kita semua bisa!!!..."
(Dengan izin Allah - insya Allah)
"Bismillah..."
Kuatkan diri-diri kami yaa Allah...
Hingga ajal menjemput...

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Jika kalian menampakkan shadaqah (kalian), maka itu adalah baik sekali.
Dan, jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kalian.
Dan, Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian,
dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan"

(Al Baqarah: 271)
~ ~ ~

Ibnu Katsir berkata dalam menafsiri ayat ini,
“Firman Allah, ‘Jika kalian menampakkan shadaqah (kalian), maka itu adalah baik sekali’, artinya jika kalian menampakkannya, maka itulah harta yang paling baik. Sedangkan firman-Nya, ‘Dan, jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagi kalian’; disini terkandung dalil bahwa menyembunyikan shadaqah itu lebih baik daripada menampakkannya, karena hal itu lebih jauh dari riya’,
 kecuali jika menampakkannya mendatangkan kemaslahatan yang kuat, seperti agar orang-orang mengikuti jejaknya, sehingga menampakkannya lebih baik daripada menyembunyikannya"


مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُور
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (22)
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu,
dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.
Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (23)”

(Al-Hadiid:22-23)

lanjutan dari sini:
[Kado Pernikahan] "Menjadi Pasangan Paling Berbahagia" ~Edisi Lengkap
http://arrohwany.multiply.com/journal/item/3954

~ ~ ~
Ungkapkan Kemesraan Kita Padanya

·  Membiasakan menciumnya mesra dalam tiap kesempatan

Sembari memejamkan mata, menghayati tiap perjumpaan
Selama tidak terlihat orang lain

Dari ‘Aisyah,
Bahwa Nabi biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya” (HR ‘Abdurrazaq)

Dari Hafshah, putri ‘Umar,
“Sesungguhnya Rasulullah biasa mencium istrinya sekalipun sedang puasa” (HR. Ahmad)

Diriwayatkan oleh 'Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa ia berkata:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu" (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

· Membiasakan pula mengecup keningnya

Mengutarakan betapa kita menghargai dan mengasihinya

· Membiasakan pula mengecup bibirnya

Betapa kita butuh dan berharap akan dirinya

·  Sering-sering cium tangan sang suami

Buktikan betapa sang istri menghormati dan taat pada suaminya

·  Sering-sering tatap wajah sang istri dalam-dalam saat berdua (menatap lekat-lekat matanya lembut)

    • Perhatikan, nikmati kecantikanya dalam-dalam...

Betapa cantik (manis) ia,  anugerah tiada terkira
Betapa ia semakin hari semakin manis (anggun) dimata kita
Betapa kita semakin mencintainya, cinta yang begitu membuncah untuknya
Mengingat semakin bertambah usia, maka kecantikan sang istri akan semakin pudar, namun hakikat cinta bukanlah pada fisik semata melainkan kemuliaan dibalik itu

    • Dalam remang-remang, angkat dagu sang istri, tatap matanya dalam-dalam, katakan betapa kita sayang padanya, kemudian cium lembut bibirnya...
    • Senantiasa berterima-kasih, betapa ketaatan dan kebaikanya selama ini begitu berlimpah

· Rasakan kita tiada bosan-bosan terus menatapnya...

    • Menatap lentik bulu matanya, membaca cerah pintu hatinya
    • Mengelus lembut pipi dan bibirnya
    • Merasakan lembut kulitnya, menyentuh dan membelainya mesra
      • Tulus teruntuk membahagiakan sang istri
    • Tatap matanya dalam-dalam, salurkan perasaan kita...

”Tatap matanya tapi eluslah hatinya...”  (terutama saat kita berbicara denganya)

    • Sampaikan (juga ucapkan secara jelas ditelinganya) betapa kita menyayanginya...
    • Dan kadang jadi gemes, coba acak-acak rambutnya...
      • Biarkan juga jika ia balas mengacak-acak rambut kita dan bermain-main gemes denganya

·  Perhatikan, dan nikmati senyumnya...

Keceriaanya
Kebahagiaanya
Ketulusanya

·  Gandeng tanganya saat kita berjalan bersama (berada di khalayak ramai)

  • Biasakan jalan-jalan ditaman bergandengan mesra
  • Genggam erat tangannya saat berada di tempat umum atau ramai
    • Menggandeng tanganya walau kita sedang bersama teman-teman kita
    • Rangkul sang istri disekitar pinggangnya
  • Rasakan betapa getar kemesraan kita saat bersentuhan denganya
    • Betapa kita butuh terus berpegangan lebih erat denganya
    • Pastikan kita terus kontak fisik dengannya
      • Buat ia merasa bangga bisa sellau disamping kita dan tak ingin 'lepas' dari genggaman kita
  • Genggam erat tanganya dan kecup tanganya saat kita berduaan denganya
    • Genggam tanganya lembut disaat-saat tertentu, hal-hal kecil yang akan menumbuhkan rasa cintanya
  • Memandangnya seolah-olah hanya ia satu-satunya wanita yang bisa kita lihat saat itu
    • Buat ia menjadi seorang wanita teristimewa dan paling berbahagia, betapa kita hanya ingin membuatnya bahagia

· Biasakan berasyik-masyuk, bersandar tiduran di pangkuanya bermesra

Dari ‘Aisyah ia berkata,
“Nabi  biasa meletakkan kepalanya dipangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca Al-Qur’an” (HR ‘Abdurrazaq)

· Beri sentuhan-sentuhan yang dibutuhkanya...

    • Biasakan mandi bersama denganya tiap ada kesempatan

Dari Aisyah, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana...” (HR. Bukhari dan Muslim)

        • Semisal di bathtub yang kita isi air hangat, ajak ia berendam disana. Gosok punggungnya lembut, beri pijatan yang akan membuatnya santai
    • Pijat bagian tubuh yang disukainya, potong kuku dan jari kakinya, rapikan rambutnya
    • Membiasakan saling menyisirkan rambut

Dari ‘Aisyah, ia berkata,
“Saya biasa menyisir rambut Rasulullah, saat itu saya sedang haidh” (HR Ahmad)

    • Keramaskan rambutnya
    • Saling memandikan
    • Memotongkan rambutnya (kalau istri bisa)
    • Membiasakan pijat atau garuk punggung dan kakinya
    • Melepas leleh setelah seharian beraktifitas sembari bercengkrama

·  Beri jatah waktu rutin pelaksanaan sentuhan-sentuhan ini, minimal:

    • Tiap ba'da shalat berjamaah
    • Tiap kita mau berangkat beraktifitas dan pulang beraktifitas
    • Dan tiap saat bertemu atau hendak berpisah denganya meski cuma sebentar
    • Tiap bercengkrama sebelum tidur
    • Setiap mata kita menatapnya, rasakan betapa hati bergetar bergelora...

· Membiasakan mengatakan,”aku sayang kamu” tanpa bosan tiap bertemu denganya penuh rindu

    • Sering-sering membisikkan kata-kata cinta, mesra dan godaan di telinganya
      • Tak bosan-bosan mengatakan padanya bahwa kita sangat mencintainya mengharap kebaikan untuknya
      • Buat ia tahu betapa kita mencintainya dan betapa berartinya ia bagi diri kita
      • Ekspresikan rasa cinta kita dengan kata-kata sepenuh perasaan, sepenuh kesungguhan, dan seluruh tubuh kita
    • Ucapkan kata cinta spontan (bisikan mesra) di tempat umum yang ia takkan menduganya
      • Menunjukkan rasa kasih-sayang dan perhatian kita ketika bersamanya walau di depan khalayak ramai (muka umum)
    • Dimanapun dan kapanpun secara spontan, kreatif penuh perasaan ucapkan rasa cinta kita dengan kata-kata terindah untuk sang istri
      • Menjaga sennatiasa bersikap spontan dan alamiah (dari hati terdalam kita)
      • Dan rasakan hidup bersamanya jadi terasa lebih indah, menarik dan ceria
    • Rayu ia, dan biarkan ia balas merayu kita
    • Ucapkan secara langsung di telinga istri, seperti melalui bisikan mesra
    • Contoh variasi:

"Saat sang istri menyiapkan sarapan atau saat lagi masak di dapur secara dadakan kita beri pelukan manis (dekapan sayang) yang menentramkan, serta ungkapkan rasa cinta disertai ciuman hangat"

· Membiasakan memeluknya rutin sebelum kita mau melakukan aktivitas harian dan tiap habis pulang beraktivitas

    • Menjadikan kebiasaan untuk sering merangkulnya, memeluknya, mengasihinya...
    • Beri jatah rutin pelukan setiap hari;

Tiap habis shalat: subuh, dhuhur, 'ashar, maghrib dan isya' dan shalat berjamaah lainya
Jika tidak berkesempatan bisa satukan 2 atau 3 pelukan dalam satu waktu luang (yang penting kualitasnya)

    • Beri pelukan hangat pada tempat yang ia takkan menduga kita akan melakukanya
    • Ungkapkan betapa terasa damai dan tenteram saat berada dalam pelukan bersamanya
    • Rasakan diri kita dengan istri begitu dekat satu sama lain, merasa tentram, saling mendukung dan saling mencintai
      • Ditambah wajah yang selalu sama-sama berseri maka akan membuat kita berdua tampak sebagai pasangan paling berbahagia dan begitu salingmencintai

· Juga membiasakan untuk menulis;"aku sayang kamu” sepenuh perasaan...

o Buat ia merasakan betapa perasaan meluap meluber lewat goresan pena untuknya

o Buat blog khusus berdua "tentang kehidupan kita berdua denganya sehari-harinya"

    • Untuk postingan yang hanya perlu diketahui berdua, posting dalam mode private (pastikan tidak salah waktu kita klik posting, atau segera delet jika terlanjur)

o Tulis dimana-mana (seperti seorang anak muda yang sedang kasmaran)

Taruh di meja belajarnya
Selip di buku yang sedang dibacanya
Diatas baju di almari yang mudah dilihatnya
Didalam tasnya
Selipkan dalam kemejanya
Ditulis di kaca riasnya  (dengan lipstiknya misalnya)
Di dapur: di rak kulkas, dipintu kulkas, digelas kesukaanya, dibuku resepnya (sekalian tulis; "terima-kasih sayang atas masakanya selama ini")
Diatas bantal/kursi kesukaanya
Di kamar mandi; dipintu , dihanduknya.,dikaca kamar mandi, diukir di sabun mandi
Diatas telephon
Dikamar tidur; dikasur, diatas bantal
Reminder HP-nya, SMS dan MMS
Di kendaraan
Dengan kartu-kartu cantik
Atau secarik kertas yang kita tempel di kulkas/pintu kamar dll

    • Gunakan segala kreativitas kita dan biarkan sang istri menemukan pesan cinta kita ditempat tak terduga  dan nikmati keasyikanya
    • Buat hatinya selalu berbunga-bunga bahagia walaupun dengan cara agak norak  (demi membahagiakanya)
    • Dengan menulis insya Allah kita akan merasakan dorongan untuk bisa terus mewujudkanya secara istiqomah

o  Variasi:

Seperti saat kita di tempat kerja, coba untuk...

    • Mengirim surat cinta padanya lewat pak pos atau titip kepada siapa

Isinya bisa juga tentang kenangan saat meng-khitbah/ijab-qabul dirinya dan saat mulai mengenalnya

    • Bisa juga dikirim via email, SMS, MMS atau E-card
    • Telphon mendadak, "sudah kangen"
    • Tanya kabar sang istri di rumah
    • Katakan saat ini jika kita sedang memikirkanya
    • Ngomong suatu hal yang menarik baginya
    • Atau hanya ingin katakan pada sang istri, "aku sayang kamu"
    • Kirim sms mesra menggodainya

· Petikkan setangkai bunga (dari halaman rumah) setiap pulang beraktivitas jika ia suka  (tanpa bermaksud meniru orang kafir, sebab hal ini sudah umum; disukai kaum wanita), sebagaimana hadist ini...

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
      • “Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka”  (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albany, lihat “Irwaul Ghalil“, no. 1269 dan “Shahihul Jami’” no. 6149)
    • Tiap pagi petikkan bunga ditaman untuknya, taruh ditempat riasnya

Selipkan bunga segar di almari, diatas tempat tidur, selipkan di buku/kitabnya

    • Dan beri bunga khusus saat lama tak ketemu atau habis bepergian jauh

·  Buat puisi khusus untuknya

    • Kirim/titip pos atau orang lain, atau berikan langsung atau langsung saja kita bacakan untuknya penuh perasaan
    • Memintanya menanggapinya

Dan kalau bisa dalam bahasa yang sama (puisi) dan saat itu juga...
Memintanya untuk mengumpulkanya (buat berkas dan diary khusus)

·  Buat daftar hal-hal yang membuat kita semakin mencintainya

Berikan daftar itu padanya, biarkan ia tahu dan semakin berbunga-bunga
Dengan cara sedikit konyol, sekaligus untuk memacu kebaikanya

· Memberikan variasi sentuhan yang berbeda ditiap kesempatan

“Adalah Rasulullah  tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya” (HR Ahmad)
    • Tempat, suasana, hiasan dan waktu yang berbeda-beda
    • Yang senantiasa menyenangkan dihatinya
    • Pakai wewangian atau pakaian yang disukainya

Atau biarkan sang istri yang memilihkan

    • Berhias untuk sang istri sebagaimana kita juga senang jika ia berhias untuk diri kita

· Dan dimanapun ada kesempatan terus merayu istri, mencandainya, dan bermain-main denganya

Rayu ia, biarkan ia balas merajuk...
"Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: "Kemarilah! sekarang kita berlomba lari" Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: "Inilah penebus kekalahan yang lalu!"
 (HR. Ahmad)

    • Senyum tertawa riang saling berjenaka dan bersenda-gurau
      • Menceritakan berbagai lelucon yang bisa membuatnya senyum simpul tergelitik tawa
    • Kadang berpura-pura bodoh (manja) dengan menanyakan ini-itu yang menarik baginya
      • Melontarkan humor-humor segar yang membuatnya geli
    • Temukan kegiatan yang bisa kita nikmati berdua bersamnya, baik kegiatan luar ruangan maupun dalam ruangan (aktivitas bersama yang bisa dilakukan penuh gembira dan kekraban)
    • Senantiasa membuat suasana segar didalam rumah (beserta anak juga) seperti :
      • Membersihkan rumah bersama
      • Memasak bersama
      • Bermain-main dihalaman bersama
      • Main kuis/tebak-tebakan
      • Berolah-raga bersama
      • Jalan-jalan bersama
      • Main petak umpet sehabis suami pulang (saat lelah letih coba dibuat bingung mencari kehadiran sdang istri sampai kelelahan mencari, setelah lama nggak ketemu baru sang istri muncul dengan senyum ceria dan katakan..."SUPRISE" ^_^)
    • Sambil bermain bisa asyik santai bercanda, dan beri kejutan untuknya jika ia yang menang

· Bila cuaca sejuk, jangan lupa rapatkan diri kita padanya

    • Biarkan kehangatan tubuh kita menghangatkan jiwanya
    • Tidak lupa adab-adab dan do'anya
    • Buat ia tak merasa segan saat menginginkanya
    • Memuaskan kebutuhan istri dan memahami keinginanya

Pahami gerak-gerik dan kode istri yang jadi kesepakatan sebelumnya
Berusaha peka (memahami) isyarat-isyarat yang ada padanya

    • Senantiasa mengiringi takbir dan tasbih ditiap tarikan nafas
    • Seorang istri terbaik adalah istri yang melepaskan sifat malunya saat ia membuka bajunya dihadapan suaminya, dan memasang kembali sifat malunya ketika dia memakai kembali pakaiannya

Berusaha menjadi “penggoda” (genit) didepan suami sendiri
Tak perlu
malu-malu, untuk membuka pakaian didepan suami
Dan juga percakapan yang hanya boleh untuk suami-istri

·  Tiap akan meninggalkan rumah tatap dalam-dalam matanya

    • Beri senyuman termanis (terbaik) yang bisa kita berikan
    • Serta kedipan sayang penuh harap
    • Beri sentuhan terbaik setiap saat
    • Mengutarakan betapa ia begitu berharga dan betapa kita bahagia bersamanya, sembari mengingat...

"Bagaimana seandainya sang istri tidak dipersunting oleh suami yang dicintainya saat ini"
"Dan bagaimana seandainya sang suami tidak dipertemukan dengan permata berharganya saat ini"

· Ajak ia bersama-sama mengusahakan cari ide dan cara yang lebih mengasyikkan demi kemesraan berdua

Rasakan kita semakin sayang setiap hari padanya
Rasakan keharmonisan dan keceriaan hidup bersamanya


Menjadi pendengar yang baik (pendengar aktif) serta menghargai nasehat dan perasaanya

· Pahami; "ia lebih banyak bicara dengan perasaanya..."

    • Berikan istri kita kebebasan untuk mengungkapkan segala unek-unek dan perasaanya (termasuk keluhan, kemarahan, harapan dan kekecewaanya)
      • Berusaha jadi pendengar yang baik agar kita bisa lebih memahami isi hati dan masalah yang dihadapi istri kita
      • Jangan pernah kita biarkan istri kita memendam perasaanya karna merasa malu atau segan, jangan biarkan istri kita membungkam mulut karna merasa takut, serta jangan biarkan istri kita selalu mengalah karna ingin menghindari konflik dengan diri kita
    • Dengarkan perkataanya penuh seksama, tatap lekat-lekat matanya
    • Tunjukkan bahwa kita benar-benar memperhatikanya
    • Sering-sering menimpali, "betul sayang"
    • Dan untuk menunjukkan kesungguhan perkataan kita, sembari kita pegang/sentuh tubuhnya menguatkanya
      • Mengarahkan seluruh tubuh kita padanya ketika ia sedang bicara.
      • Pandang ia lembut penuh kasih-sayang, tunjukkan bahwa kita sunguh-sungguh mendengarkanya
    • Usahakan kita memberi beberapa alternatif jalan yang bisa istri kita ambil/tempuh, biarkan ia yang memutuskan pilihan yang akan ia ambil dan bertanggung jawab atas pilihanya
    • Kalau kita merasa nggak mampu memberi pendapat (dan semisal kurang tahu ilmunya), maka nggak usah kita paksakan, katakan terus-terang kekurangan kita
    • Tidak perlu sakit hati kalau ia tidak menjalankan nasehat kita
      • Mari memahami, nasehat adalah cuma sebagai pertimbangan saja, selebihnya terserah orang yang menjalankanya. maka kita  nggak perlu tersinggung kalauy ia melakukan hal yang berlawanan dengan nasehat kita. Sebab istri kita juga manusia mandiri yang sering punya pilihan sendiri (selama pilihan yang haq)

· Menjaga kesopanan denganya seperti...

Salam yang hangat
Pujian yang tulus
Permintaan yang sopan dll

· Mengajukan kritik yang membangun dengan cara penuh hikmah dan kasih-sayang

Bila mengkritik, sindir saja dengan bahasa terbaik (halus) dan pilih moment yang paling tepat

· Cara terbaik mengkoreksi kekeliruan sang istri

o Pertama, menasihatinya secara bersendirian (tidak di depan anak-anak atau orang lain, jaga perasaannya)

Baik secara tersirat maupun tersurat
Dan dilakukan secara berulang-ulang (tidak cukup sekali)

o Kedua bila masih belum jera juga, punggungi ia di tempat tidur (untuk menunjukkan perasaan kita)

Dengan catatan kita tak perlu pindah dari ranjang (tempat kita biasa tidur bersama) ke ranjang lainnya
Dan pastikan sang istri sudah merasa bahwa ia sedang ditegur

Jadi saat kita marah pada isteri atau sedang terjadi ketidakharmonian, kita tidak berhak mengusir isteri kita dari rumah. Islam menganjurkan meninggalkan sang istri didalam rumah ditempat tidurnya dengan tujuan mendidiknya (kita tetap bergaul dengan baik pada isteri kita)

لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ

"Dan janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas” (Ath-Thalaq: 1)
Pernikahan adalah ikatan yang kukuh, maka tidak selayaknya hanya kerana masalah yang kecil atau remeh lalu bercerai-berai. Bahkan didalam masalah-masalah yang sangat besar-pun kita diperintah untuk bersabar menghadapinya, serta saling nasihat-menasihati

o Dan solusi terakhir adalah; “memukulnya dengan ringan”. Hal ini boleh dengan memperhatikan:

    • Sunnah untuk menjauhi langkah ini, sebab rasulullah tidak pernah memukul istri-istri dan pembantunya siapapun

Diriwayatkan oleh Al Bukhari bahwa 'Aisyah pernah berkata: “Rasulullah tidak pernah sekalipun memukul isteri dan pembantunya”
"Sesungguhnya mereka itu (yang suka memukul isterinya) bukan orang yang baik di antara kamu”  (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2146), Ibnu Majah (no. 1985), Ibnu Hibban (no. 1316 -al-Mawaarid) dan al-Hakim (II/188), dari Sahabat Iyas bin ‘Abdillah bin Abi Dzubab radhiyallaahu ‘anhu. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi)

    • Kita baru dibolehkan bila sang istri sudah keterlaluan dalam ketidak-taatannya, misal:

Shalat tidak pada waktunya
Terus-terusan meninggalkan rumah tanpa izin suami
Menolak mengatakan apa yang dialaminya ketika ia meninggalkan rumah
Atau sering menolak berhubungan denganya tanpa alasan syari'e dll

    • Tidak boleh dilakukan kecuali setelah memunggungi istri di tempat tidur dan membicarakan masalah ini dengannya
    • Tidak memukul sampai melukainya atau memukul pada bagian badan yang sensitif (seperti wajah atau kepala)
      • "Dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai”  (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1218 (147)), dari Shahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallaahu ‘anhuma)
    • Bahkan kata-kata yang mengandungi perceraian (thalaq) harus kita jauhkan sejauh-jauhnya meski kita benar-benar marah yang sangat (baik sungguh-sungguh maupun sekedar bergurau). Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang kalimat thalaq ini:
      3 hal yang apabila diucapkan bersungguh-sungguh akan terjadi, main-mainnya (pun) terjadi, iaitu nikah, thalaq, dan ruju’”
      Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2194), at-Tirmidzi (no. 1184), Ibnu Majah (no. 2039), al-Hakim (II/19 8) dan Ibnul Jarud (no. 712) dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Irwaa-ul Ghaliil (no. 1826)

Tidak marah pada waktu yang sama

·  Berusaha mendinginkan kemarahan istri penuh mesra

Nabi  biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata,“Wahai ‘Uwaisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan” (HR Ibnu Sunni)
Syeikh musthofa al-Adawi berkata:
“Apabila masalah antara suami istri semakin memanas, hendaklah keduanya saling memperbaiki urusan keduanya, berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dan meredam perselisihan antara keduanya, serta mengunci rapat setiap pintu perselisihan dan jangan menceritakannya kepada orang lain.
Apabila suami marah sementara istri ikut emosi, hendaklah keduanya berlindung kepada Alloh, berwudhu dan sholat dua roka’at. Apabila keduanya sedang berdiri, hendaklah duduk, apabila keduanya sedang duduk, hendaklah berbaring, atau hendaklah salah seorang dari keduanya, mencium, merangkul, dan menyatakan alasan kepada yang lainnya. Apabila salah seorang berbuat salah, hendaklah yang lain segera memaaafkan karena mengharap wajah Alloh semata  (Fiqh Ta’aamu bainaz-Zaujani)

· Mengingat hadist ini teruntuk sang istri...

"Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha” (Hadits hasan: Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabir (XIX/140, no. 307) dan Mu’jamul Ausath (VI/301, no. 5644), juga an-Nasa-i dalam Isyratun Nisaa' (no. 257). Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahiihah (no. 287)

· Berhati-hati, sebab ketika kita marah, cenderung mengeluarkan kata-kata kotor, perkataan jelek, dusta, caci maki, mengungkit-ungkit keburukan sang istri, dan segala kejelekan lainya saja...

  • Ketika kita sedang marah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita mengucapkan perkataan yang baik, atau kalau tidak mampu dianjurkan untuk diam, baginda shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila seseorang dari kalian marah, hendaklah ia diam”
Hadits shahih lighairihi: Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no. 245 dan 1320), Ahmad (I/239, 283, 365), dari Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma, lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 1375)

  • Dan berusaha tidak menelan mentah-mentah perkataan istri kita yang sedang marah
    • Mari kita memahami, ketika seorang wanita kecewa mereka cenderung bicara tegas seperti "Kamu tidak pernah mendengarkan saya!" (tapi  maksudnya saat itu saja kita kurang mendengarkanya)

· Tahan dan buka kembali saat mulai reda

    • Dengan cara yang lembut dan menyenangkan baginya
    • Untuk lebih menarik perhatian istri, kita duduk disebelahnya, sembari pegang lenganya lembut dan tatap matanya saat bicara. Menyampaikan dengan tenang..

“Semoga ujian ini segera diredakan Allah dan menjadi kebaikan, terhindar dari segala kemudharatan…”
(Semakin tenang gerakanya, kecenderungan konflik semakin reda)
Namun bila kita banyak tidak sepakat dengan caranya (keinginanya), bisa ditunda untuk
kita selesaikan nantinya sehingga lebih jernih
(Sembari lekat-lekat tatap matanya lembut, sampaikan rasa sayang kita)

· Tidak tidur dalam perdebatan yang belum selesai

    • Segera selesaikan dan tanyakan
    • Dan jika kita sudah terlalu lelah, coba katakan...
      • "Sayang, saya masih marah tentang hal ini. Tapi saya lelah dan ngantuk, ingin sekali tidur. Hal itu kita bicarakan besok saja , semoga besok Allah mmeberi kelapangan dan menganugerahi kebaikan. Sayang, saya akan  tetap mencintaimu dan akan terus mencintaimu, serta  begitu bahagia telah menikah denganmu dan hidup denganmu..."

· Ketahui lebih detail apa sebenarnya keinginannya (usahakan cari solusi bukan kompromi)

Tidak berselisih (terlalu memperturutkan) dalam hal keduniawian
Menjadikan tiap konflik sebagai kesempatan untuk belajar mengarungi kehidupan berumah-tangga dan berusaha mengatasinya lebih baik

· Memahami bahwa mendapati kekurangan dan ketidak-sukaan dari orang lain termasuk pada diri suami atau istri adalah hal yang wajar

  • Allah menciptakan kita dalam keadaan lemah serba kekurangan,
    • Maka bersabar dan menahan diri adalah hal yang lebih baik
    • Kecuali dalam hal yang menyangkut urusan agama dan akhirat seperti shalat, puasa dan ibadah-ibadah wajib lainya maka tidak ada kompromi

Meluangkan waktu bersama, menceritakan kembali keseharian kita

·  Perhatikan, "bagaimana dengan perasaannya hari ini?"

    • Luangkan waktu minimal 30 menit untuk memberi perhatian yang lebih (berkualitas) kepada istri
      • Pahami, ia lebih banyak berkata-kata dengan perasaanya
      • Memahami perbedaan karakter antara laki-laki dan wanita
    • Beri saran yang menunjukkan kita juga punya perasaan yang sama

'"Sayang, kamu nampaknya gembira hari ini..." atau
'"Sayang, kamu nampak letih hari ini..."

      • Dan usahakan tanya sebabnya sehingga kita tahu apa yang membuatnya gembira atau sedih
        • "Ada yang bisa saya lakukan untukmu sayang?..."
        • Dan ketika ia menangis, lakukanlah apa saja untuk membuatnya kembali tersenyum (memberi perhatian lebih selama tetap haq dan mendidik)
          • Misal saat ia sedang sedih, berikan sesuatu yang begitu diinginkanya, mencandainya, dan ajak ia jalan-jalan berdua

· Tunjukkan minat kita pada apa yang ia kerjakan hari ini;

Pada buku yang ia baca
Pada orang yang ia hubungi

·  Tidak terlalu sering meninggalkan dirinya sendirian dirumah

Jika memungkinkan, usahakan sang istri selalu kita ajak serta (habiskan detik demi detik bersamanya jika memungkinkan)
Usahakan istri tahu (beritahu) bila kita mau keluar atau
tidur lebih dulu

· Melepas kepergianya, ungkapkan betapa kesepian saat tiada suami disampingnya (bagi istri)

Bantu persiapkan kebutuhan suami
Semprot barang suami dengan minyak wangi dan setrika bajunya
Pakaian baju suami sembari bercanda, memperlakukan suami seperti anak yang dimanja
Selipkan surat cinta di tas suami tanpa sepengetahuanya

· Ucapan selamat tinggal yang mesra dan ucapkan nasihat-nasihat yang baik sebelum berangkat serta ciuman hangat kita

“Aku menitipkan kamu kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
“Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu dan penutup-penutup amal perbuatanmu” (HR. At-Turmudzi, dishahihkan oleh Al-Albani)

    • Sedangkan yang ditinggal menjawab dengan do’a:

“Aku menitipkan agamamu, amanatmu dan perbuatanmu yang terakhir kepada Allah, semoga Allah memberi bekal taqwa kepadamu, mengampuni dosamu dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana saja kamu berada” (HR. At-Tirmidzi)

    • Baca do’a safar
    • Meminta sang istri mendo'akan kita saat kita tidak bersamanya

Tinggalkan untuk istri dan anak kita kebutuhan yang cukup

    • Sering-sering telphone ke rumah saat kita bepergian
    • Saat kita berjauhan, beritahu ia betapa kita merindukanya...
    • Beritahu lokasi keberadaan kita sekarang beserta nomor contack dan alamat yang bisa dihubungi
    • Untuk Istri...

Hubungi suami ketika ia terlambat pulang dan tanyakan sebabnya, serta nasehat untuk berhati-hati

·  Pulang sesegera mungkin jika memungkinkan

    • Bawa oleh-oleh (buah tangan) untuknya dan untuk anak-anak kesayangan kita
    • Berdo’a waktu kembali, “Orang-orang yang kembali, bertobat, mengabdi kepada Tuhan kami selalu memuji” (HR. Bukhari dan Muslim)