Abu's posts with tag: mendidikjiwa

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag mendidikjiwa
Blog EntryKILAU CAHAYA ~"Pertarungan Jiwa Muda"Jun 24, '08 7:33 PM
for everyone
KILAU CAHAYA
(Pertarungan Jiwa Muda)
Bab ketiga dari The Principles (My First Book & My Hidden Book)

Ia pemuda itu yang tlah lama berperang dalam berbagai pertarungan
Dengan nafas masih tersenggal, duduk termenung "siapa lagi lawan?"
Tampak semangatnya begitu berkobar-berkobar...

Bayangan ia
Tak tersentuh tak tertembus
Rahasia diantara dua mysteri
Kehadiranya tiada terduga
Hanya pancaran cahaya keemasan
Mysteri yang membuka jala-jala
Sabar meniti duri dan pedang

Kami awan  [1]
Bercadar senja [2] berhias rembulan [3]
Sebelum petang datang, tajam mentari memperhatikan
Menghilang dibalik tirai-tirai asap, kegelapan dan semak

Yang menyertai hanyalah kelebat tanpa rupa
Dan orang hanya tahu , "ia si angin lalu"
Berdiri dipuncak senja hadapi kegelapan
[4]

Orang misterius itu mulai mengeluarkan kata-kata
Aku pelangi penghias langit [5] sehabis hujan  [6]

Aku haruslah cahaya, menerangi diri dalam kerasnya latihan
Berteman sepi rimba belukar
Dibawah temaram rembulan, matahari membakar

"Pantang tunjukkan kehebatan"  [7]
Meski jejak serpihan
"Buang rupa tukar bayangan
"

Akulah si pengrajin dunia impian
Menyibak gelap [8] jadi berkas terang [9]

Akulah sang jiwa pedang
Rela teriris tertebas hulu pedang
Menantang mati getarkan lawan

Mengorbankan diri demi agungnya tujuan
Patuh pada janji [10] tunjukkan kesopanan [11]

Pedangku kebenaran  [12]
Penunjuk jalan menyibak ilalang
Menghalau para buas binatang

"Dan penaku akan terus kuasah tajam!…" [13]


"Tak kenal fungsi tak butuh nama, tiada peduli pujian dan rayuan

Susunan daun tersembunyi dibalik pasir bebatuan  [14]
Mengalirkan gemericik air dari akar-akaran
Teguh hingga kehilir berjumpa lautan

Akulah petir, "getar halilintar menuju langit!"  [15]
Yang melesat secepat-cepatnya

Berkilat [16] menyalakan api bintang-bintang  [17]
Hilang dan terus menerjang
Merejang apapun dihadapan

Membakar salju guncangkan malam  [18]
Merobek-robek badai dan lautan

Tak sia-siakan sedetikpun waktu berjalan [19]
Tak ada pedih berjatuhan
Tak percuma apapun digenggaman [20]

Tak ada kata terlambat, bila tak sekarang kapan lagi?"   [21]
Tiap saat coba ide segar
Aksi secepat kilat, segera kembali berhasil ataupun tidak
Rapi bergerak cermat bertindak  [22]
Tanpa jejak

Penuh pertimbangan, penuh perhatian, penuh mantap sepenuh keyakinan, penuh ketepatan, penuh kesadaran
Menanam sejumput keyakinan buahkan berjuta-juta harapan[23]

Semangat ini berapi-api
Terendam air
Berkelebat dibalik panggung
Terluka tak mengaduh
Tetap riang tersenyum
Menatap matahari
[24]

Aku gelora jiwa
Jiwaku angin darahku badai
    Menggelorakan topan
    Akan kululuh-lantakkan semua padang ilalang
    Akan kucampakkan semua debu-debu beterbangan…
[25]

Terus berjuang, terus maju dan menang  [26]
Meski terus melompati jurang

"Harus lebih baik!…"
Terus maju tak takut siapapun

"Tekadku [27] sudah bulat!"


"Takkan mundur sejengkal apapun
Walau tubuhku hancur lebur semangatku takkan pernah luntur
Akan terus membara berkobar sepanjang masa

Biarlah aku menderita
Asal dalam teguh nama-Nya aku begitu bahagia
"

Cita, cinta dan asa... [28]

"Akan kutulis berpeluh-peluh dengan tinta terbaik perasan jiwa
Kuwariskan langkah-langkah terpilih
Kusenandungkan kenangan terindah
…"
[29]

Oh kabut, aku begitu salut

Yogyakarta, 25 Juni 2008
Dalam pedih mengiringi perjuangan

Abu Bustham Muhammad Ulinnuha

(Yaa Allah, hanya kepada-Mu hamba berserah)
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

[1]أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ

"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara bagian-bagiannya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah hujan keluar dari celah-celahnya" (Q.S. An-Nuur: 43)

[2] وَآيَةٌ لَّهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

"Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan" (Yaasin:37)

[3] وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِي

"Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua"  (Yaasin:39)

[4] الَر كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

"Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji" (Ibrahim:1 )

[5] أَفَلَمْ يَنظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٍ

"Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada diatas mereka, bagaimana Kami meninggikanya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?" (Qaaf: 6)

[6] وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكًا فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

"Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfa'atnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam" (Qaaf:9)

[7] إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُورًا

"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”  (An nisa’: 36)

"Jangan sampai kita pernah merasa sombong dan pamer kekuatan
Rasa bangga berlebihan
begitu membahayakan
Orang yang takabur akan tamat riwayatnya, takkan pernah bisa diharapkan lagi kemajuanya”

[8] اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

"Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya"  (Al baqarah: 257)

[9] يَا بَنِيَّ اذْهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلاَ تَيْأَسُواْ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللّهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir"  (Yusuf: 87)

[10]  وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُواْ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِِ والضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

"Dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (Al baqarah: 177)

[11] وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (Fushilat: 33)

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (Al imran: 104)

[12] إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَاب

"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; Maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, Maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya" (Al-Furqan: 70-71)

[13] Mari kita memahami, orang yang mengetahui biasanya dikalahkan oleh orang yang menyukai dan orang yang menyukai biasanya dikalahkan oleh orang yang menghayati (dalam pengamalan ilmunya)

Mari kita memahami, setiap saatnya kita senantiasa dalam ujian (pertarungan) oleh Allah
Dan itulah pertarungan sebenarnya: "mempertaruhkan hidup dan mati kita!"

Akankah kita selamat atau malah dihinakan dengan amalan kita saat menghadapi ujian Allah baik berupa ujian kesusahan maupun ujian berat berupa kesenangan

Kita akan terus dalam pertarungan sampai kapanpun dan dengan cara bagaimanapun
Sedang godaan syetan begitu lihai (halus), taktiknya selalu lebih hebat

Dan semakin tinggi keimanan kita maka semakin pintar (tinggi) pula syetan yang akan menggoda kita

Maka kita harus senantiasa (setiap saat) berhati-hati menghisab amalan kita berdasar ilmu yang haq  (ada contohnya dari rasulullah dan diamalkan sebaik-baik generasi sahabat serta para salafus shalih)
Buka mata, pertajam telinga, amalkan segenap ilmu yang kita ketahui dan kuasai beserta dalilnya
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dengan kemampuan membedakan...

Mana yang haq dan mana yang bathil?
Mana amalan yang shahih dan mana amalan yang lemah tiada berilmu?

Dan mari meyakini, semakin besar ujian dari Allah, semakin besar pula derajad kita disisi-Nya  (Allah hendak menaikkan derajad kita), sedang balasan akhirat jauh lebih baik"

[14] إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Jika kalian menampakkan shadaqah (kalian), maka itu adalah baik sekali. Dan, jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kalian. Dan, Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan." (Al Baqarah: 271)

Ibnu Katsir berkata dalam menafsiri ayat ini, “Firman Allah, ‘Jika kalian menampakkan shadaqah (kalian), maka itu adalah baik sekali’, artinya jika kalian menampakkannya, maka itulah harta yang paling baik. Sedangkan firman-Nya, ‘Dan, jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagi kalian’; disini terkandung dalil bahwa menyembunyikan shadaqah itu lebih baik daripada menampakkannya, karena hal itu lebih jauh dari riya’, kecuali jika menampakkannya mendatangkan kemaslahatan yang kuat, seperti agar orang-orang mengikuti jejaknya, sehingga menampakkannya lebih baik daripada menyembunyikannya"

[AMAL YANG DISEMBUNYIKAN DALAM HAL JIHAD DAN PEPERANGAN]

Maslamah bin Abdul Malik bersama pasukannya mengepung salah satu benteng Romawi. Sementara tidak ada jalan masuk ke dalam benteng kecuali satu pintu. Setelah pengepungan berlalu sekian lama, Maslamah berseru di tengah pasukannya, “Siapa yang berani menerobos pintu, maka jika dia mati saat menerobosnya, maka dia akan mendapatkan surga, insya Allah. Jika dia selamat, maka tanah yang ada di balik pintu itu patut diserahkan kepadanya, lalu dia harus membuka pintu itu agar pasukan Islam dapat masuk ke dalam benteng sebagai pemenang”
Ada seorang prajurit berdiri, yang mukanya ditutup kain, seraya berkata,”Aku akan melakukannya wahai Amir.
Selama tiga hari Maslamah bin Abdul Malik bertanya-tanya, “Siapakah orang yang mengenakan tutup muka? Siapakah yang telah membuka pintu benteng?” Tak seorang pun yang bangkit
Pada hari ketiga dia berkata, “Aku bersumpah agar orang yang mengenakan tutup muka menemui aku, kapan pun waktunya, siang atau malam”
Maka pada tengah malam ada yang mengetuk pintu tendanya. Maslamah bertanya,”Engkaukah orang yang mengenakan tutup muka?”Orang itu menjawab, “Dia meminta tiga syarat sebelum engkau melihatnya.”"Apa itu?” tanya Maslamah

“Engkau tidak boleh mengumumkan namanya kepada orang-orang, engkau tidak boleh memberinya imbalan apa pun dan engkau tidak boleh melihatnya sebagai orang yang memiliki keistimewaan,” kata orang itu. Dengan kata lain, dia tidak menginginkan apa-apa.”Aku terima,” kata Maslamah. Orang itu berkata, “Memang akulah orang yang mengenakan tutup muka itu.”

Maka Maslamah langsung menghampiri dan memeluknya. Maka di antara doa Maslamah, “Ya Allah, himpunkan aku bersama orang yang mengenakan tutup muka. Ya Allah, himpunkan aku bersama orang yang mengenakan tutup muka
Ke pundak orang-orang semacam itulah Allah Azza wa Jalla melimpahkan barakah-Nya.

[AMAL YANG DISEMBUNYIKAN DALAM HAL IBADAH]

Amr bin Qais Al Mala’y berpuasa selama 20 tahun, sementara keluarganya tidak mengetahuinya. Dia mengambil makan siangnya lalu pergi ke tokonya, lalu dia menshadaqahkan makan siangnya itu dan dia sendiri berpuasa, sementara keluarganya tidak mengetahui hal itu.

[15] وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya [Ar Ruum:24]

[16] يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ

“…Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan" (QS. An Nuur,:43)

[17] وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ النُّجُومَ لِتَهْتَدُواْ بِهَا فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

"Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui"  (Al An’am:97)

[18] وَمِنَ اللَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

Dan disebagian dari pada malam sujudlah kepadaNya dan berbaktilah kepadaNya di malam yang panjang” (Al Insan: 26)

[19] Tips mengelola waktu dan tugas kita:

Tingkatkan secara maksimal segala prestasi dan kinerja kita
Sempurnakan
teknik, kemampuan serta kreativitas kita

Misalnya dengan teknik anggaran waktu (menyediakan jangka waktu tertentu), buat jadwal, serta buat skala prioritas ("kita utamakan yang lebih utama")

[20] Segala amanah yang Allah berikan, baik berupa amanah harta, ilmu, tenaga, kemampuan, relasi dll
[21] "Sesunguhnya pada waktumu ada pemberian-pemberian dari Rabb-mu, maka berusahalah untuk mendapatkannya" (HR Tabrani)
[22]Mari kita dapatkan ciri-ciri keunggulan sebagai jati diri (kebiasaan) kita, seperti:

Mempunyai niat yang bersih
Kaffah dalam hidup dan beragama
Bersemangat terus
belajar serta meningkatkan kemampuan
Mempunyai kemampuan dan wawasan yang luas
Mempunyai daya inovatif dan kreativitas
Penuh
pengabdian
Penuh
tanggung-jawab
Senantiasa ber
hati-hati dari segala hal yang syubhat dan sia-sia (apalagi yang haram)
Berusaha r
ajin dan bekerja secara rapi (membiasakan terorganisir)
Membiasakan be
kerja-sama

[23] Tips agar kita sennatiasa sukses berikhtiyar (meskipun dimulai dari nol):

Punyai ide dan impian besar yang akan mendorong kita terus berusaha tanpa kenal lelah dan menyerah

Terutama niat ingin memberi peran sebanyak mungkin dalam hidup kita sebagai tanda syukur kita atas karunia Allah
Maka dengan niat mulia kita diatas, tunjukan usaha kita sungguh-sungguh (sepenuhnya). T
unjukkan keberanian kita melakukanya, terjunkan diri kita  didalamnya...

Coba kita pilih usaha yang menjadi kesenangan dan keunggulan kita saat ini (bakat, minat dan kebutuhan)

Jangan pernah kita pedulikan gelar, jabatan atau apapun yang memberatkan (singkirkan)
Yang penting kita terus belajar, meningkatkan kemampuan serta memberi peran lebih pada orang banyak, mulai saat ini...

Maka dengan perpaduan hal diatas, "jangan pernah kita pikirkan berapa kali kita gagal"

Mari kita ingat, pelajaran berharga kita dapatkan lebih banyak dari ujian kegagalan daripada ujian berupa keberhasilan (yang sering malah melalaikan dan melemahkan diri kita)...

Terus bangkit dan dapatkan kesenangan
Hidup penuh kerja keras dan kecerdikan, mengasah ketrampilan dan perasaan, serta keberanian kita mengambil resiko

Terus tingkatkan daya inovasi dan kreativitas serta jadikan itu kekuatan utama kita

Terus kita coba ide-ide segar (hal-hal baru) dan dapatkan kesenangan kita denganya

Mari lihat masalah sebagai peluang serta kesempatan kita lebih maju dan berperan banyak

Serta celah memenuhi kebutuhan orang banyak (peluang produk yang diinginkan orang saat ini)

Dan dengan perpaduan segala hal diatas;

"Terus fokus memperbaiki diri dan terus menghasilkan karya-karya terbaik yang terus kita berikan setiap saatnya"
Ciptakan lingkaran kebaikan kita dengan berbuat baik serta ikhlas setiap saatnya, yang semoga akan mengantarkan pada kebaikan selanjutnya

Serta semoga Allah membalas di akhirat dengan balasan yang jauh lebih baik...

Atur keuangan yang ada dan gunakan semaksimal mungkin

[24] وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui"  (Yaasin: 38)

[25]mari berusaha senantiasa hidup cerdik cari kesempatan terbaik, serta "lakukan sekarang!"

Tanpa menunda-nunda, sebab umur kita semakin habis dan belum tentu esok kita berjumpa...

[26] وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

"Dan untuk yang demikian itu hendaknya mereka berlomba-lomba" (QS 83:26)

[27]Iman dan keyakinan begitu penting dalam hidup kita, dan hal itu juga akan melipat-gandakan kekuatan dan kemenangan kita

"Maka mari kita senantiasa hidup penuh semangat!

[28]Mari kita melakukan sesuatu berdasar ilmu yang haq (sebagaimana yang rasulullah ajarkan dan teladankan), yang insya Allah akan menjemput kesuksesan kita disisi Allah (meski didunia kita dianggap gagal)"

[29] قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلاَّ الضَّالُّونَ

“Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat" (Al-Hijr:56)

Mari kita lingkupi diri dengan kebaikan, berlaku sebagai selayaknya hamba yang beriman
(yang semoga bisa kita wariskan dan tularkan pada orang lain):

Hidup penuh istiqomah (berlaku sebagai seorang hamba yang beriman setiap saatnya), serta penuh keikhlasan

"Berusaha selalu memberi" (bersedekah)  pada siapapun orang yang bisa kita temui hari ini
Allah telah sengaja mempertemukan diri kita denganya dalam hidup ini...

Punyai keilmuan yang kuat dan bersih (berdasar addalil) serta berpegang teguh padanya pada tiap amalan kita

Maka tegaskan diri kita, juga buat orang lain tahu bahwa kita sedang berusaha memperbaiki diri

Mari memahami, kita menjadi lakon bagi diri kita masing-masing dalam hidup ini serta menjadi ujian bagi yang lain (dalam tiap pertemuanya)

Kita akan mempertanggung-jawabkan sendiri amalan kita dihadapan Allah kelak (bukan orang lain)
Dan kita telah diberi Allah bekal yang cukup untuk menjalani hidup ini, maka mari kita berusaha sebaik mungkin
Buktikan prestasi terbaik kita dihadapan Allah kelak, hadiahkan kepada diri sendiri dan orang terdekat kita dengan segala prestasi dan karya terbaik kita
Jadikan kehadiran kita menjadi hadiah terbaik bagi siapapun orang yang kita temui

Menjaga senantiasa berucap yang terbaik (sebagaimana yang rasulullah teladankan)

Berucap dengan hati yang bersih, jujur, penuh kesucian
Tak segan-segan segera berucap terima kasih serta memohon maaf atas segala salah dan kekurangan diri kita
Serta menunjukkan kemuliaan adab kita sebagai seorang muslim yang telah  diajarkan  berakhlaqul karimah

Mari kita ambil pelajaran dari kegagalan-kegagalan kita sebelumnya dan jadikan itu kunci kesuksesan kita

Jangan pernah sia-siakan tiap tetes darah yang telah kita teteskan

"Lakukan sekarang!

"Fokus saat ini"
Kesempatan berharga yang masih Allah berikan kepada kita; untuk memperbaiki diri, dan terus berprestasi lebih baik serta bertaubat sebenar-benarnya (taubatan nashuha)

Berusaha senantiasa hidup penuh kreatif, terus belajar dan terus memperbaiki diri lebih baik

Dan pastikan prestasi kita terus meningkat setiap saatnya "lebih baik!"

Serta jangan lupa kita berusaha hidup dalam keharmonisan (menjaga amanah Allah sebaik-baiknya)

Silakan baca juga:
+ 1. "Aku" [ Menggelorakan jiwa muda ]
    http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4579
+ 2. "Bintang Cakrawala" [ Menghidupkan jiwa-jiwa muda ]
    http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4585
+ 3. "Kilau Cahaya"" [ Pertarungan Jiwa Muda ]
    http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4590
+ 4. "Ksatria Dan Impian"" [ Sepenggal Kisah Jiwa Muda ]
    http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4596
+ 5. "Darah Baru Masa Depan" [ Jiwa-Jiwa Terbarukan ]
    http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4610
+ 6. "Sang Bahagia" [ Berseminya Jiwa-Jiwa Muda ]
    http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4640
Silahkan Download File Asli (PDF & Ms Word) Dibawah Ini:
Attachment: KILAU CAHAYA.pdf
Attachment: KILAU CAHAYA.doc

Bintang Cakrawala
(Menghidupkan kematian jiwa muda)

Bab kedua dari The Principles (My First Book & My Hidden Book)

Dia yang saat itu kutemui di padang gurun, duduk sendiri menatap hamparan pasir membentang luas, ia bertutur…

Aku pengembara
Sang pengelana  [1]
Menyelami landai rata dunia
Siang-malam serta musim-musim menyusunya
Melewati jalan berliku, luasnya semesta adalah ujung duniaku
Arungi samudera raih ujung cakrawala  [2]
Menempa jiwa meregang nyawa

Meloncat-loncat ia melintasi udara
Mengepak tanpa sayap
Menemani sungai berliku
Bersua dengan lautan ini dan kelak dilautan yang lain

Suatu saat ditengah belantara
Kadang dikeramaian kota
Didunia langit dan bumi

Dimana bertahtakan ia? [3]
Selama bumi begitu luas
Kapan berdiam!
Selama langit masih memayungi  [4]
Selama masih ada tanah baru
Selama kaki bisa melangkah

Seraut wajahnya ia begitu belia
Tergores kegelisahan dimatanya

Lika-liku perjalanan dan tempaan masa
Kericuhan yang membuatnya tahu arti kembali
Betapa rindu kampung halaman
Setelah melewati puncak-puncak peradaban

Aku memang kuncup muda [5]
Jiwa terpancung jauh diangkasa
Terjaga dari kantuk
Menatap cahaya dan wacana   [6]
Mantap diatas semak
Biasa berinjak dijalan setapak

~ ~ ~

Kegersangan itu yatim-piatu  [7]
Ditengah hutan menangis

Meratap tuk dijelajahi seluruh tepi-tepinya
Tebing, jurang, gua-gua, rawa-rawa
Pohon serta daun dan akar-akarnya

Kami tunas muda, bersiap tumbuh menjulang keangkasa
Dengan segala kekayaan samudera
Sejuknya embun, terang cahaya-cahaya
[8]
Berjalan dibelantara mengikuti sumber pelita [9]
Walau diremang senja
Terus bersujud raih cerlang sempurna...

Kembali ia bercerita panjang lebar…
"Roda selalu berputar dalam rimba selalu ada pertarungan"
Hidupku asyik berpetualang
[10]
Kematian [11] adalah jalan pulang
Berkeluh-keringat kepuasan menyenangkan
Misteri hidup tempat latihan  [12]

Dikeheningan hati khusyu' dilabuhkan
Dipuncak jiwa sibuk menyimak alquran  [13]

Kritik, hinaan [14] penampar kesadaran
Musuh
[15] adalah sahabat yang pasti didapatkan [16]
Bodoh, dosa, ketidak-berdayaan menyalakan api perjuangan [17]
Jatuh, gagal, berguguran membuat darah terus tertumpahkan
[18]

Cobaan adalah tantangan menyenangkan  [19]
Tragedi dan bencana
[20] bagian dari peristirahatan
Masalah itu teka-teki kesukaan
Hambatan adalah kesempatan
Keras berjuang
[21] itu nikmat dan harus didapatkan
Tiitk kritis
[22] adalah peluang untuk menang

Menyederhanakan masalah itu rumusku [23]
Senyum ceria hadiah kehidupanku
Ide-ide segar bagian jiwaku
Meluruskan rel-rel perjalanan keharusanku [24]
Hancurkan kebiasaan buruk fitrah perlawananku [25]
Mempelajari orang sukses lalu melebihinya dasar langkahku [26]
Suara yang dalam mutiara kehidupanku [27]
Memulai semuanya dari satu ciri khasku
Memadukan otak kiri dan kanan keutuhanku
Membangun kejayaan dari puing-puing runtuh tantangan bagiku 

Selalu bekerja cerdas itu kebiasaanku
Jadi diri yang mantap itu aku
Dalam jiwa yang tenang dan yakin itu duniaku
Tiada menyerah modal utamaku
Kuasai roda terus berputar latihan kelihaianku
Ubah batu penghalang jadi batu loncatan, "kubuktikan itu!"
Berbuat sama jelasnya dengan kata-kata itu tindakanku
Ciptakan kemungkinan-kemungkinan besar, kesempatan-kesempatan baru adalah bisnisku
Tetapkan diri terus maju itu tekadku
Melayani, membuat orang senang adalah kesenanganku

Ia mulai berhenti sejenak lalu kembali melanjutkan kata-katanya…
Memang akulah sang penantang, aku pulalah sang pemenang"  [28]

Dan semua adalah...
Belajar dan pelajaran [29]
Apa yang kumengerti bisa kupelajari
Apa yang kuhadapi akan kukuasai

Dan ia mulai memberi nasehat-nasehat…
"Tidak tahu belajarlah
[30]
Tidak bisa bersungguh-sungguhlah
Mustahil cobalah..." [31]
Dan katakan,"Wahai jiwa tertatih bangkitlah!..."  [32]
Dan kepada Allah, "sujud, berdo'alah!"...

Tuangkan baja dari tungku-tungku
Satukan dijasad kita kecil dulu
[33]
Menyatu jiwa membakar raga
Hingga nyala hanya meneguhkan
siapa aku!
Setiap panas itu anugerah

Merasuki terang benderang dengan cerah

Keputusan itu entah datangnya [34]
Tak terbendung kekuatan selain untuk-Nya [35]
Berdiam

Aku dimana?
Dimana-manapun sama
Semangat, binasa, menyala
Menguap ia
Menembus ketinggian langit
Tak terbantahkan lagi
Tiada berbentuk