Abu's posts with tag: to-the-best-of-my

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag to-the-best-of-my
Blog EntryDia-lah Yang Menurunkan Air Hujan Dari LangitJul 20, '08 4:49 PM
for everyone


وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَ‌ٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit
lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan,
maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau,
Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak;
dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai,
dan kebun-kebun anggur,
dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa.
Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah,
dan (perhatikan pulalah) kematangannya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman"

(QS. Al An'am:99)
~  ~  ~

Ya Allah terimalah taubat Hamba
Menutupi lemahnya kelembutan diri hamba
Mengubur hingga masanya tiba
Dan kini...
Mengobarkan semangat juang membara
Darah yang akan membakar siapa saja
Api yang terus membara!
Hadiah terindah bagi siapapun

Tanpa perlu lagi ada luka
Tanpa air mata
Tanpa ada kecewa

Yaa Allah teguhkan diri hamba
Kuatkan pundak hamba
Beri cahaya pada kedua mata hamba
Penuhi dada ini dengan firman-firman-Mu, hadist-hadist nabi-Mu
Langkahkan kaki ini sebagaimana generasi terbaik terdahulu
Tetap senantiasa bersama malam-malam-Mu...
Menatap bintang-bintang indah-Mu
Cukupkan hingga ajal menjemputku...
Hamba takjub akan segala karunia-Mu
Kumpulkan hamba bersama orang-orang yang bersyukur...

Abu Bustham Muhammad Ulinnuha
(menanti hujan mengguyur dosa-dosa pilu)
Gambar ana culik dari sini


Merenungi kata-kata sang sahabat yang begitu dalam, bentuk ketajaman batin, ketenangan nurani luasnya wawasan
Merekalah orang-orang yang senantiasa ada untuk berbagi
    Saat diri ini lemah, letih, hanya ingin mengadu kepada Allah...

~ ~ ~

Satu

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
dan ketika kita membayangkan?

Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT.

Kita semua agak aneh, dan hidup sendiri juga agak aneh.
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita,
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang banyak orang menyebutnya dengan CINTA.

 Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan.
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan.

Tapi ingatlah, melepaskan BUKAN akhir dari dunia,
melainkan awal suatu kehidupan baru.

 Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis,
mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari,
dan mereka yang telah mencoba.
Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

 Yogyakarta, 25 Juni 2008
Sajak Buat Saudaraku
http://mediagema.multiply.com/journal/item/91

~ ~ ~

Dua

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang.
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana...
dalam perjalanan kehidupan kita harus belajar tentang diri kita sendiri,
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kita buat.

 Yogyakarta, 26 Juni 2008
Sajak buat saudaraku
http://mediagema.multiply.com/journal/item/92

~ ~ ~

Tiga

TEMAN SEJATI...
Mengerti ketika kita berkata 'Aku lupa'.
Menunggu selamanya ketika kita berkata 'Tunggu sebentar'.
Tetap tinggal ketika kita berkata 'Tinggalkan aku sendiri'.
Membuka pintu meski kita BELUM mengetuk dan berkata 'Bolehkah saya masuk?'.

 Yogyakarta, 27 Juni 2008
Sajak buat saudaraku
http://mediagema.multiply.com/journal/item/93

~ ~ ~

Empat

MENCINTAI...
BUKANlah bagaimana kita melupakan, melainkan bagaimana kita MEMAAFKAN.
BUKANlah bagaimana kita mendengarkan, melainkan bagaimana kita MENGERTI.
BUKANlah apa yang kita lihat, melainkan apa yang kita RASAKAN.
BUKANlah bagaimana kita melepaskan, melainkan bagaimana kita BERTAHAN.

 Yogyakarta, 28 Juni 2008
Sajak buat saudaraku
http://mediagema.multiply.com/journal/item/94

~ ~ ~

Lima

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati,
dibandingkan menangis tersedu-sedu.
Air mata yang keluar dapat dihapus,

sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

 Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang,
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita.

MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Lebih baik menunggu orang yang tepat kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang hanya dengan 'seseorang'.

 Kadang kala, orang yang kita cintai adalah orang yang PALING menyakiti hati kita.
Dan kadang kala, teman yang membawa kita ke dalam pelukannya dan menangis bersama kita adalah cinta yang tidak kita sadari.

 Yogyakarta, 29 Juni 2008
Sajak buat saudaraku
http://mediagema.multiply.com/journal/item/95

~ ~ ~

Enam

Ya Allah...
Sesungguhnya Engkau mengetahui,

bahwa qalbu-qalbu ini bertemu dengan kecintaanya kepada-Mu,
bertemu dengan ketaatan kepada-Mu,
bersatu dengan seruan-Mu, dan berjanji untuk menolong syariat-Mu.

 Maka teguhkanlah ikatannya ya Allah.
Kekalkanlah kasih sayangnya,
tunjukkanlah jalannya,
penuhilah dia dengan cahaya-Mu yang tidak akan redup.

 Lapangkanlah dadanya dengan limpahan cahaya iman kepada-Mu,
dan penyerahan diri yang bulat kepada-Mu.
Hidupkanlah ia dengan ma’rifat-Mu,
dan matikanlah dalam syahid pada jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik penjaga dan sebaik-baik penolong.

 Yogyakarta, 30 Juni 2008
Sajak buat saudaraku
http://mediagema.multiply.com/journal/item/96
~ ~ ~

 
Betapa hamba bersyukur pada-Mu
Yaa Allah...

Takkan cukup bibir hamba mengucapkan
Menghaturkan terima-kasih pada permata-permata hati hamba
Teruntuk bisa membalas kebaikan mereka...

 Hamba mengingat masa-masa bersama...
Masa-masa belajar dan memupuk pengalaman begitu berliku
Perjuangan bersama yang kami lalui
Masa-masa sulit kami hadapi   [1]
Mengisi masa-masa muda kami...

 Merekalah bukti do'a-do'a hamba selama ini
"Memohon direkatkan dengan hamba-hamba-Mu yang shaleh" [2]
Merekalah orang-orang luar biasa itu
Dengan penampakan sederhana, namun segudang kebaikan, semangat dan prestasinya bagi hamba... [3]

Disatukan hati untuk bersama-sama mandiri
Yang mengingatkan, "meski terus menatap bintang dilangit jangan lupa kenyataan kita dibumi"
Meniti manhaj dan kebaikan bersama
Dan semuanya membuat hamba terpacu lebih tinggi

 Merekalah orang-orang luar-biasa itu
Yang punya andil besar dalam hidup hamba
Meski hamba tak pernah mengutarakanya
~ ~ ~

 Merekalah sahabat hamba setia
Yang telah menemani senyum dan jatuh hamba
Merangkai bahagia bersama-sama
Membangun bisnis dan jatuh sama-sama

Sapaan khas mereka yang selalu menggoda
Sindiran-sindiran mereka
Namun hamba bahagia  

~ ~ ~

 Semoga Allah mengikat persahabatan kami hingga ke akhirat kelak...
Dan saat ini hamba ingin mengingat kebaikan mereka
Anugerah Allah begitu berharga

Akankah Allah memberikan hadiah ini hingga akhir nafas hamba?...
Akankah hamba bisa membalas kebaikan mereka?...

 Ya  Allah...
Betapa hamba bersyukur...

Mereka kekayaan hamba tiada habisnya
Betapa berharganya mereka bagi diri hamba
Semoga hamba jua berharga teruntuk mereka...
Entah sampai kapan hamba menemani mereka,
 Sampai kapan mereka menemani hamba

Sedang perpisahan pasti datangnya...

 Ya  Allah...
Bagaimana hamba tidak haru menghaturkan terima-kasih!..
Mereka permata-permata berharga hamba
Kuncup api yang turut membakar kehidupan hamba
Harta hamba paling dekat saat ini

Dan kini tetap berjuang meski dalam jalanya masing-masing...
Semoga satu jalan menuju keridhaan Allah
Bersama luasnya ilmu-Mu

 "Aku mencintai kalian semua karna Allah sahabat dan saudaraku  [4]
Mengharap rahmat kebaikan senantiasa mengiringi hidup kalian selalu
Baik dimasa kemarin, kini dan esok..."

 Semoga persaudaraan kita semua senantiasa berbuah manisnya iman
وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shidiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya"
(Q.S. An-Nisa: 69)
 
Aamiin...

 Hamba mengingat firman-Mu yang Engkau jamin kebenaranya...

الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa"

(Q.S. Az-Zukhruf: 67)

 Dan hadist nabi-Mu yang dari Engkau pulalah datangnya...
"Manakah mereka yang dahulu saling mencintai karena kebesaran-Ku. Pada hari ini Aku akan naungi mereka dengan naungan-Ku, yang tidak ada naungan selain naungan-Ku"
(H.R. Muslim)
 ~ ~

Seakan-akan hamba rasakan
Saat mendapatkan sahabat-sahabat seperti mereka
Segala prestasi selalu ada untuk kami, dan kita bagi bersama-sama...

إِنَّ اللّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَواْ وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan" [5]
(QS an-Nahl: 128)

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ
"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat"

(QS. Al Fatihah: 6-7)

 Yaa, Allah...
Hanya Engkau yang mampu membalas kebaikan mereka..
Sampaikan rasa cinta hamba sepenuh hati teruntuk mereka,
Sahabat-sahabat tercinta...

Balaslah apa-apa yang terbaik disisi-Mu...

 Yogya, 14 Juli 2008
Muhammad Ulinnuha
(Setulus hati mencintai mereka, kebaikan teruntuk mereka)

Teruntuk sahabat terbaik ana (offline) yang pernah menemani perjalanan hidup ana selama ini
Abu Abdillah Iswanto
(Jogja, Marketing program kampus, JEC & Trainer, ehm2), Nur Kholidin (Demak, konsutan akuntansi sekarang di Sulawesi, sering di sebut pak dokter dan si jenus di kampus), Rahmat (Jogja, Programmer berbakat, JEC), Hariayawan Suryono (Magelang, Bisnis, sudah berkeluarga), Tata-Himan Hakim (Cilacap, tukang buat program acara di RBTV, JEC, Trainer), Agus Widodo (Klaten, Bisnis, JEC, owner Bimbel), Akh Doni (Bekasi, Bisnis, nyantri di Ma'had), Akh Edo (Jakarta, nyantri di Ma'had), Mas Aan (Orang terdekat di Intersat, yang seperti kakak sendiri di Jogja ini, seorang yang jenius dalam networking), dan satu lagi akh Juwanda yang entah kini gim,ana kabarnya disana (Sulawesi)
(Dan juga salam ta'dzim teruntuk sahabat online ana yang nggak bisa ana sebut satu persatu, khawatir ada yang ketinggalan dan jadi kurang adil...)

Siapakah mereka, bisa saudara lihat di: http://jec.web.id ('afwan ana nggak ada disana, sekalian numpang promosi) 

 Dan sore ini insya Allah (kalo jadi), mo ke Magelang, nengok ponakan kecil yang baru berusia 3 hari (jundi saudara kami Hariayawan Suryono)
Alhamdulillah...

"Dan saya begitu bahagia mendapatkan saudara seperti kalian semua!"
Amanah berharga teruntuk diri saya
"Yaa Allah, Kuatkan diri hamba  (kami) untuk bisa saling menasehati senantiasa"
Dan dari semua hal diatas, adalah coretan untuk mengutarakan betapa rasa terima-kasih saya atas segala kebaikan kalian semua selama ini
Yang terdalam dari diri saya...
Saya tak ingin menyesal karna terlambat mengucapkanya, sedang keberadaan diri saya juga tidak akan terus ada selamanya...

Merekalah yang tergores dengan tinta emas dihati dengan rangkaian kata ini:
http://arrohwany.multiply.com/journal/item/156

-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´---`·.¸.·´---`·.¸.·´-.--`·.¸.·´---`·.¸.·´---`·.¸.·´-.--`·.¸.·´---`·.¸.·´---`·.¸.·´--.-`·.¸.·´---`·.¸.·´----`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-----------------------------------------------------------------------------------------------------(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´-----------(¨`·.·´¨)---------
---------------SAHABAT----------------------------------------------'`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-----------`·.¸.·´-----------------------------------------------------------------------------------(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´------------------------------------------------------------------------------------------------------`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)--------------
-------------------Kala harus berpisah------------------------------------'(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´-------------
---------------------- Tak perlu air mata---------------------------------------`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)--------------------------
Tlah kita pancung janji di langit---------------------------(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´-------------------
------------------- Bukan lirik bait--------------------(¨`·.·´¨)-----------'`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-------------------
  Semua menang dan hati kita lukisan-------'`·.¸.·´----------'(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´------------------------
Kutampar kau penuh senyuman-----------------------------`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-------------------------------------------------------------------------------------------------(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´-------------------------
Kadang jadi musuh kadang pahlawan---------------------`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-----------------------------
Meski darah kita terteteskan----------------------------(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´-------------
----------------------- Hilang tersapu angin---------------------------------`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-------
-- Kita pengembara dengan bidadarinya masing-masing-----------(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´------------------------------------
Tanpa perlu lencana---------------------------------`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-------------------------------
Karna kita selalu berpiala--------------(¨`·.·´¨)----------(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´----------------------
-------------------------------------------------------------`·.¸.·´-----------'`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-------(¨`·.·´¨)------------------
-----------------------------------------------------------------'(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´---------`·.¸.·´--------------------------------------------------------------------------------------`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)----------------------------------------------------------------------------------------------------(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´----------(¨`·.·´¨)------------------------------------------------------------------------------------`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)----------`·.¸.·´----------------
-Inilah jiwa kita sahabat------------------(¨`·.·´¨)-------'(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´--------------------------------------------------------------------------------------`·.¸.·´---------'`·.¸.·´-
-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)-(¨`·.·´¨)
--`·.¸.·´---`·.¸.·´---`·.¸.·´-.--`·.¸.·´---`·.¸.·´.---`·.¸.·´---`·.¸.·´---`·.¸.·´----`·.¸.·´-.--`·.¸.·´---`·.¸.·´---`·.¸.·´-

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[1] وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً

“Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS.Al-Kahf:28)

[2] Ibn al-Qayyim juga meriwayatkan dari para ulama 6 sifat dan manfaat bergaul dengan orang-orang yang shalih, yaitu: pindah dari ragu menjadi yakin, dari Riya` menjadi ikhlash, dari lalai menjadi ingat, dari suka dunia menjadi suka akhirat, dari sombong menjadi Tawadhu dan dari niat yang buruk menjadi nasehat (Syarh al-Asbab, hal.146)

[3] "Permisalan teman duduk yang baik/ sholeh seperti pembawa misk, mungkin ia akan memberimu, atau menjualnya kepadamu atau mungkin engkau akan mendapati darinya bau yang wangi. Dan permisalan teman duduk yang buruk seperti peniup bara api, mungkin ia akan membakar pakaianmu dan mungkin engkau akan mendapati darinya bau yang tidak sedap"

Kami belum menemukan hadits ini dengan lafadz ini -Wallahu A'lam-, akan tetapi banyak riwayat-riwayat lain yang semakna dengan lafadz ini, seperti: "Permisalan teman duduk yang sholeh dan teman duduk yang buruk adalah seperti pembawa misk (sejenis minyak wangi, pent) dan peniup bara api. Orang yang membawa misk, mungkin ia akan memberimu (misk) atau engkau membeli darinya atau engkau akan mendapatkan darinya bau wangi. Adapun peniup bara api, mungkin ia akan membakar bajumu atau engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap" (HR. al-Bukhori (5214), Muslim (2628), dll)

[4] Anas bin Malik rodhiallahu 'anhu mengisahkan, "Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hari kiamat, "Kapankah kiamat datang?" Nabi pun shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?" Orang itu menjawab, "Wahai Rasulullah, aku belum mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka Rasulullah pun shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai." Anas pun berkata, "Kami tidak lebih bahagia daripada mendengarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.'" Anas kembali berkata, "Aku mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar, maka aku berharap akan bisa bersama mereka (di hari kiamat), dengan cintaku ini kepada mereka, meskipun aku sendiri belum (bisa) beramal sebanyak amalan mereka" (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [X/557 no: 6171] dan at-Tirmidzi dalam Sunan-nya [2385])

[5] وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, membayar zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah" (Q.S. At-Taubah: 71)

Attachment: Betapa Bahagia Mendapatkan Sahabat Seperti Mereka....pdf
Attachment: Betapa Bahagia Mendapatkan Sahabat Seperti Mereka....doc

Blog EntrySang Bahagia ~"Berseminya Jiwa-Jiwa Muda"Jul 11, '08 1:37 AM
for everyone
Sang Bahagia
(Berseminya Jiwa-Jiwa Muda)
Bab keenam dari "The Principles" ( My First Book & Hidden Book)

[[Memohon perhatian teramat sangat]]:
Harap jangan terbuai dengan susunan kata didalamnya sehingga terjebak dengan struktur pemahaman filsafat atau tasawwuf. Mohon cukupkan addalil yang menyertainya, sebab itulah yang dimaksudkan (yang ingin disampaikan)
'afwan jika bahasanya memang agak rumit bagi orang 'awam, sebab ana sangat memperhatikan keindahan tata bahasa (rangkaian kata)
(Oh ya, berhubung adanya keterbatasan di MP, maka reference footnote disini hanya bisa sampai nomer 32 (aslinya sampai 97), untuk membaca nomer selanjutnya silahkan download attachment dibagian paling bawah artikel ini untuk membacanya)

Sungguh bahagia "Ia"
Begitu ia nikmati hidupnya [1]
Merasa cukup apa dipunya [2]
Syukur [3] meluncur ditiap patah kata...

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِ الْعَالَمِينَ

"Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam" (Al Fatihah: 2) [4]

Syukur ini begitu asyik...

Perjuangan tiada habis...
Gundah-gulanapun gugur... [5]

Kedamaian [6] ini alangkah asyik... [7]

Menikmati nun jauh disana hamparan danau
Koloni teratai nan indah
Burung-burung pagi menyapa
Sejuk udara menemaninya pula
Sajak-sajak gunung begitu jelas
Merangkai lukisan indah...
  [8]

"Terpahat senyum ditiap tebing!..."
"Mendaki syukur ke puncak bukit!..."

Ah...
Begitu lepas...

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ

“Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya bertasbih kepada Allah siapapun yang ada di petala langit dan bumi, dan burung dengan mengembangkan sayapnya. Sungguh setiap sesuatu mengetahui cara shalatnya dan cara tasbihnya masing-masing. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang mereka kerjakan(Q. S. An-Nuur: 41)

Kebahagiaan ini dalaaaaam sekali... [9]
Kala nafas kapanpun adalah cukup [10]

Tak perlu lagi berkejaran [11]
Kitapun akan segera berpulang [12]
Tetap sampai yang tak terjamah sekalipun

“Betapa berlebih karunia-Nya” [13]
 Bak untaian intan-permata...

Ia begitu bahagiaaaa... [14]

Bertahta berjuta intan permata [15]
Kesucian jiwa istananya [16]

Menyimak khusyu' alquran [17] dan penjelasanya [18]

Berbuat cukup sebagai kata-kata  [19]
Hati makmur berpendar cahaya [20]
Ketegasanya [21] ditakuti musuh-musuhnya [22]
Menerangi langkah [23] bersinar cemerlang [24]
Berjubah sulaman-sulaman istighfar

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

"Memohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun" (Nuh: 10)

Nuraninya cermin… [25]
Fitrah pencari kebenaran terus meneranginya
[26]

Petualangan [27] ini sungguuuuuh asyik... [28]
Ada sungai dihati melewati danau dan ngarai

Begitu terasa…
Kita disana
Bermuara ke hilir laut
Menyirami birunya dengan bening dan tawarnya jiwa kita
Menjadi lazuardi
Meresapi indah biru laut, untaian pulau-pulau kereta
Indahnya matahari senja  [29]

Jatuhlah daun-daun pohon keakuan... [30]
Kala musim gugur menyapa
Tiada lagi kesendirian [31], canda teman terus menggoda [32]

Daun-daun terpisah dari tangkainya

Tiada sepi lagi... [33]
Burung pipit sibuk bernyanyi
Anak-anak bersuka-ria dihalaman

Kepada diri, pohon aku kembali berujar panjang…

"Pohon hati, apa yang masih bisa kau beri?” [34]
“Cukupkah buah-buahmu menyegarkan kehidupan?” [35]
“Masihkah daun-daunmu menaungi pegunungan?” [36]
“Mampukah bunga-bungamu menarik kupu-kupu datang?” [37]
“Cukupkah madumu memberi nyala kehidupan?” [38]
“Apa pula dari pohonmu belum kau berikan?" [39]
“Apa lagi bisa kau baktikan!!!” [40]

Pohon aku tak pernah peduli apa akan dibalaskan [41]
Tak mengenal apa itu asap, kotoran, kerak sampai sampah dan racun akan rela ia terima [42]

Ubah semua jadi hijaunya dedaunan, segarnya buah-buah, tawarnya air tanah yang tersimpan [43]

Begitu sejuk menyegarkan...
Berkumpul di hilir berjumpa lautan...

Dan kupu-kupu menyahut…
Oh hidup... [44]
Cintaku padamu sederhana [45]
Setahu yang kubisa [46]
Kupu-kupu menyercap sepuasnya [47]
Senikmat mungkin ia
Tahu mengapa harus diam [48] khusyu’...  [49]

Mendengarkan sepenggal kisah waktu
"Ummat-ummat yang Allah muliakan, ummat-ummat yang Allah musnahkan..." [50]

Oh hidup…
Hidup sekali saja,

Menikmati pahit-getirnya hidup [51], madu racunya hidup [52]
Menikmati kerikil tajam sandungan hidup [53]
Menikmati kesulitan tantangan hidup [54]
Menikmati resiko derita hidup [55]
Menikmati mengapa harus bersaing [56], bersanding dalam hidup [57]

Menikmati kerasnya membanting tulang [58]
Menikmati puasnya berkesungguhan [59]
Menikmati khusyuknya pengorbanan, pengabdian, persembahan [60]
Menikmati betapa agungnya kesahayaan [61]
Menikmati kerinduan, kepasrahan [62]
Serta menikmati untaian cinta dan kasih-sayang [63]

"Menikmati betapa manisnya apel segar yang dipetik dari percabangan ranting kehidupan"
Pohon-pohon nan menjulang

Menyicipi sepenuh keridhaan… [64]

Kupu-kupu kembali berujar...
Oh betapa manisnya aduhai indahnya, puas...
Cukup puas bermimpi, bercanda, bersenandung

Membaca alquran menggegerkan gunung [65]
Hidupkan sunnah-
sunnah nan agung...

Tentang kisah para nabi...
Tentang para sahabat dan orang-orang pilihan [66]
Bercerita tentang negeri impian...
Tentang sebuah bibir…

Hanya senyum ceria layak menghuninya
Senyum simpul saja
Tenggelam dalam mutiara hatinya...
"Apa yang diciptakan-Nya takkan hilang keindahanya"
[67]

"Oh, denyut yang mampu memekarkan kuncup habis berbunga..."

Tiada sedih tiada perlu tawa berlebih [68]
Apa yang perlu disedihkan, apa pula akan ditertawakan? [69]

Yang ditertawakan takkan lama
Yang disedihkan segera binasa

Hidup ini mengapa! [70], sedang
jiwa kita ditangan-Nya... [71]

Hadapi saja penuh ketegaran jiwa
Semua begitu berharga
Kita adalah hadiah bagi sesama
Disana... "syurga-syurga kecil menanti kita"

Pohon itu kembali berkata
Lalu nikmatilah...
Karena ini seni romantika
Perhalus penuh belaian rasa
Apakah puitis, naratif atau perfeksionis, terserah...

Mari i'tikaf; "Hiasi penuh ayat-ayat terpilih!"... [72]

Buat diri kita bahagia, maka tersenyumlah!...   
(“He he... ini dewasa")   ^ - ^

Menyadari akan dunia

"Dimana derita kesenangan sesungguhnya?" [73]
Tampak sepanjang jalanya... bayang-bayang fatamorgana  [74]

"Ujian itu nikmat, nikmat itu ujian pula!" [75]

“Aku harus berubah!”, [76] teriak kupu-kupu itu keras

Aku harus kupu-kupu terbang lepas
Menari indah kemanapun pergi
Mengikuti angin menari-nari
Menyercap sari menemani bunga-bunga

"Terus dalam teguh agama!…"
[77]

Wewangian ini haruuuuum sekali...
Meresapi harumnya tiap desah nafas
Meresapi harumnya semerbak kembang...

Bernafas pelan
Ah ……………..
Betapa harum…

Mengabdi tiada menuntut apa-apa [78]
Mengharap wajah-Nya

Terus tunduk menghamba
Bersama curahan-curahan langit
Tawaddhu' [79] bersahaja

Bersimpuh pasrah…
Bersemayam diperistirahatan lelah

Meresapi tiap ayun lidah
Meresapi tiap desah nafas
Meresapi tiap cetusan akal
Meresapi tiap detak jantung
Meresapi tiap ubah urat
Meresapi tiap mengalirnya darah
Meresapi tiap bara kehidupan

"Serta pada semua kejadian dan ciptaan-Mu" [80]

“Betapa hikmah [81] dibalik semua itu!”
"Betapa sempurna-Nya Engkau!"
"Maha suci Engkau!"  [82]
"Yaa Allah..." [83]

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka"  (Al Imran: 190-191) [84]

Lalu diam tiada bergeming
Terpekur menyendiri [85]
Berundur dari detak nadi
Menjaga aku, jarak akan aku [86]

Karena dia yang tlah pergi
Semua akan berlalu…

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Apa yang disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS An-Nahl: 96)

"Tiada tugas belum selesai, tiada harap belum tercapai…
Semua sirna menuju kepastian [87]
Walau bukanlah titik akhir, ia takkan menyelesaikan sebuah episode kehidupan

Hidup terus mengalir
Menuju kepastian [88]

"Dan Kepada-Nya-lah [89] kita semua kembali..." [90]

Mari nikmati tiap perjumpaan...

Waktu-waktu shalat [91] yang Allah karuniakan [92]
Tiap saatnya kesempatan kita terus beramal [93]

Semua terdiam...

“Bunga berguguran...
Kala kita tak ingin kehilangan atasnya
Dan tunas-tunas barupun bermunculan [94]
Kala kita merindukanya
Musim berbungapun tiba...
[95]
Dan juga rerumputan tumbuh dengan sendirinya..."
 [96]

Dan akupun bermimpi
Mulai bermimpi, mimpi yang baru lagi..
.